Home Aviation Tanggapi Rencana Demo Perubahan Nama Bandara, Gubernur: Bagian dari Demokrasi, Wajar Saja

Tanggapi Rencana Demo Perubahan Nama Bandara, Gubernur: Bagian dari Demokrasi, Wajar Saja

109
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Adanya pro dan kontra tentang perubahan nama Bandara Internasional
Lombok (BIL) mendapat perhatian Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Orang
nomor satu di NTB itu mengatakan bahwa akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang
menginformasikan dirinya melalui pesan singkat akan terjadi unjuk rasa, menolak
perubahan nama itu.

“Menurut saya demo wajar-wajar saja di era demokrasi
seperti sekarang ini sebagai bentuk freedom of expression, adanya kebebasan berekspresi,” kata Gubernur.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan demo dan
turun ke jalan adalah pilihan untuk berekspresi jikalau ada kebuntuan
komunikasi dan tak mungkin lagi kita membangun jembatan pengertian.

Hanya saja, dalam konteks perubahan nama Bandara katanya,
kebuntuan komunikasi itu nyaris tidak terjadi. Semua pihak yang berbeda
pendapat, bisa bertemu dan saling membangun pengertian dengan wajar. Bahkan,
Gubernur dan Bupati Lombok Tengah justru telah satu suara akan hal ini.

“Ketika keputusan Pemerintah pusat untuk mengganti nama
bandara, sebagai yang muda saya sowan ke Pak Bupati Lombok Tengah dan meminta
pendapat beliau,” tuturnya.

Ketika menemui Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT,  SH, Gubernur mengatakan bahwa bupati
setuju dan sudah tidak ada masalah apa-apa. Hanya saja, katanya, Bupati meminta
keputusan ini dikongkretkan setelah Pilpres 2019, agar daerah kita aman dan
kondusif. “Saya setuju dan saya kira ada benarnya,” ungkapnya.

Bang Zul menjelaskan, perubahan nama bandara ini adalah
keputusan pemerintah pusat, bukan keputusan Gubernur atau Bupati.

“Keputusan mengganti nama bandara dengan nama Maulana
Syaikh bukan karena beliau pendiri NW atau apa. Tapi karena penghargaan
pemerintah pusat kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional. Beliau milik kita
semua bangsa Indonesia. Beliau bukan milik kelompok atau daerah tertentu.
Beliau kebanggaan kita semua,” jelas Bang Zul.

Lagipula, di daerah-daerah lain, penggunaan nama pahlawan
nasional yang berasal dari daerah tersebut sebagai nama bandara, merupakan hal
yang sangat lazim.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
(Humas dan Protokol) Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S. Sos.,
M.M. mengatakan, perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara
Internasional KH. Zainuddin Abdul Madjid harus disikapi dengan lapang dada.

Apalagi katanya, keputusan tersebut merupakan keputusan
pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI. Karena itu, ia
meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan arif menanggapai keputusan atas
perubahan nama bandara itu. Kalau ada yang merasa tidak puas, ia meminta agar
menyampaikannya dengan cara-cara yang baik, sehingga daerah kita tetap aman,
nyaman membahagiakan semua. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.