Home Government Affairs Sukseskan Program Zero Waste, Pemprov NTB Belajar ke PTST Bantargebang

Sukseskan Program Zero Waste, Pemprov NTB Belajar ke PTST Bantargebang

0
SHARE
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM.

Jakarta, LombokInsider.com – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy,
S.Sos., M.M mewakili pemerintah bersama Forum Wartawan Parlemen mengunjungi
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (PTST) Bantargebang, yang dimiliki Dinas
Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, yang berada di Kota Bekasi, Provinsi Jawa
Barat rabu (24/4).

Kunjungan tersebut dalam rangka study komparatif karena di
NTB saat ini ada program NTB Zero Waste. Dimana saat ini banyak penilaian
masyarakat yang pesimis dengan program tersebut bisa tercapai.

Najamuddin menjelaskan, kenapa harus mengajak media melihat
langsung pengelolaan sampah di Bantargebang. Karena menurutnya, media memiliki
peran yang strategis dalam memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat
dalam mendukung dan mensukseskan program Zero Waste di NTB. Selain itu media
juga dinilai mampu memberikan masukan-masukan untuk kebijakan-kebijakan
pemerintah terkait dengan program zero waste tersebut.

Tiba di lokasi TPST, rombongan yang didampingi Kepala Satuan
Pelaksana TPST Bantargebang Rizky Febriyanto, langsung diajak menuju zona satu
lokasi pembuangan sampah, yang telah ditutupi geo membran dengan ketinggian
landfill sekitar 40 meter.

Baca juga:  Melalui Pesona Mandalika Lombok Rally Wisata, Dispar NTB Promosi Destinasi Wisata

Menyaksikan pemandangan dengan gunungan sampah tersebut,
membuka mata dan pikiran kita, bahwa persoalan sampah dimasa depan akan menjadi
masalah besar apabila tidak ditangani dan dikelola dengan baik. Termasuk di
NTB, dimana saat ini potensi sampah yang dihasilkan di kabupaten kota di NTB
mencapai angka 3.388 ton/hari. Sedangkan yang baru tertangani sebesar 650
ton/hari.

“Artinya ada sekitar 80 persen sampah di NTB belum
tertangani dengan baik dan berpotensi menjadi ancaman lingkungan dimasa
depan”, ungkap Karo Humas NTB.

Dijelaskan Rizky, Luas area TPST Bantargebang 110,3 hektar,
dengan lima zona efektif sekitar 81,91 persen dan 18,09 persen untuk sarana
jalan dan prasarana perkantoran.

Saat ini volume sampah yang masuk 7000 – 8000 ton/hari.
Gunungan sampah yang telah ditutupi geo membran untuk mengurangi bau dan
sebagai perangkap gas metan untuk kemudian dialiri ke power house dengan
kapasitas engine 16 MW, namun saat baru mampu menghasilkan listrik sebesar 3 MW
yang dijual ke PLN.

Baca juga:  Santika Peduli-Santika Berbagi, Salurkan Bantuan Saat Pandemi

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa landfill yang ada saat
ini akan dilakukan penambangan yang akan diolah sebagai bahan baku Semen.

Ditambahkan Rizky TPST Bantargebang juga memiliki instalasi
pengolahan air sampah (IPAS), yang melakukan pemurnian air sampah yang telah
busuk sebelum dialiri ke sungai sehingga tidak mencemari lingkungan.

Ia juga menjelaskan untuk mengolah sampah di TPST milik
pemprov DKI itu membutuhkan anggaran cukup besar, yakni sebesar 3 triliun
pertahun. Sedangkan jumlah tenaga kerja di TPST Bantargebang PNS sebanyak 17 orang,
yang mensupervisi sebanyak 714 pegawai non PNS.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas NTB optimis bahwa
program Zero Waste di NTB akan sukses dengan mencontoh apa yang dilakukan di
TPST Bantargebang saat ini.

“Insyaallah apabila kita perlakukan sampah dengan baik,
maka akan berubah dari sumber masalah menjadi sumber berkah,” pungkasnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.