Home Industry News Satu Suara, Forkopimda NTB: Laju Kerusakan Hutan Harus Dihentikan

Satu Suara, Forkopimda NTB: Laju Kerusakan Hutan Harus Dihentikan

0
SHARE
kerusakan hutan
Forkopimda NTB menggelar rapat koordinasi terkait dengan perkembangan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kondisi hutan di Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, Sabtu malam 24 Oktober 2020.

Mataram, LombokInsider.com – Forkopimda NTB menggelar rapat koordinasi terkait dengan perkembangan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kondisi hutan di Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, Sabtu malam 24 Oktober 2020. Dari rapat tersebut, Forkopimda NTB kompak menyuarakan komitmen untuk menghentikan laju kerusakan hutan di NTB.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., menyampaikan, bahwa permasalahan pembalakan liar yang terjadi semakin masif sehingga dibutuhkan sinergi semua stakeholder untuk menghilangkan pembalakan hutan di NTB karena sudah banyak hutan yang hilang dan sumber air menjadi berkurang.

“Kami juga melihat banyak dari masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan dan ini sangat disayangkan, ketika kami menggunakan heli melihat hutan yang banyak dibakar,” ungkap Bang Zul.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF. M.Si, mengatakan bahwa kondisi hutan di NTB adalah 53% dari luas NTB karena sudah banyak kawasan hutan yang rusak akibat pembalakan dan kebakaran hutan yang mencapai 360.000 hektar sampai Oktober 2020.

Baca juga:  Mantap! Pelayanan Perizinan Pariwisata di Kabupaten Sumbawa 5 Hari Jadi

“Kerusakan hutan terdiri dari illegal logging, peladangan hutan, penggarapan hutan adat, pembuatan pemukiman dan lain-lain,” paparnya.

Sedangkan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan, perlu dilaksanakan apel gelar Muspida tentang saling menjaga hutan serta perlunya dilakukan pemetaan terhadap kawasan hutan yang digelar dengan peta topografi tentang kawasan yang boleh dan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, serta penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

Baca juga:

IDDR 2020 Dukung Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Gubernur NTB Silaturahim dengan Lombok Mercusuar dan Laskar Sasak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.