Giri Menang, LombokInsider.com – Kemeriahan sangat terasa pada malam penutupan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017, sekaligus dimulainya Festival Senggigi, di Pantai Duduk, Batu Layar, Senggigi – Lombok Barat. Acara ini sengaja digelar sekaligus oleh Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, untuk menghemat waktu dan biaya. Kedua acara ini resmi dibuka dan ditutup oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, pada Sabtu malam (16/9).

Kemajuan Pariwisata NTB

“Malam ini menjadi malam yang istimewa, karena Pemrpov NTB, melalui Dispar NTB telah sebulan penuh melaksanakan even BPLS 2017 dengan berbagai kemeriahannya dan saatnya untuk ditutup, sekaligus juga memulai Festival Senggigi,” kata Wagub pada sambutannya.

Wagub menjelaskan, bahwa kita patut bersyukur bahwa bangsa Indonesia termasuk NTB dalam keadaan stabil baik stabilitas politik dan ekonomi. “Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan yang harus didukung adalah kemudahan berinvestasi,” lanjutnya.

“Pertumbuhan industri pariwisata di NTB mencapai 21,49 persen ini sangat signifikan berkat kerja sama semua pihak, semoga kedepannya dapat ditingkatkan lagi. Selain itu pariwisata juga telah mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkap Wagub. Amin menambahkan bahwa konektivitas penerbangan langsung antara NTB dan negara-negara lain juga perlu, karena menjadi salah satu potensi datangya wisatawan ke NTB.

“Rasa aman dan nyaman juga perlu ditingkatkan agar tamu kita akan terkesan, jika hal ini telah terwujud, Insya Allah target kunjungan 3,5 juta wisatawan dapat tercapai hingga akhir tahun ini. Oleh karena itu, perlu kerja sama yang baik antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta seluruh stakeholder pariwisata yang ada di NTB,” tegas Amin.

Apresiasi Dukungan

Pada laporannya Kepala Dinas Pariwisa (Kadispar) NTB, HL. Moh. Faozal sangat mengapresiasi kerjasama semua pihak dalam pelaksanaan BPLS sebulan penuh. “Dari 28 even yang telah digelar selama sebulan, banyak yang sukses, namun harus diakui juga banyak yang harus dibenahi,” jelasnya.

“Semoga diberikan umur panjang dan tahun depan akan jauh lebih baik lagi, baik dari segi manajemen dan aktivitas evennya,” lanjut Faozal.

Terkait even Festival Senggigi, Faozal menjelasksan sebagai even yang tertua dari seluruh even yang dilaksanakan, harus terus didukung. “Dukungan dari semua pihak tetap diharapkan kepada Pemkab Lobar, agar Senggigi dapat menjadi destinasi unggulan pariwisata NTB, baik domestik amupun internasional,” ucapnya.

Faozal juga mengingatkan agar potensi yang ada di Lobar harus terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas, utamanya kualitasnya.

Sementra itu dua orang peserta International Halal Travel Fair (IHTF) 2, 2017 juga berkesempatan untuk memberikan testimoninya selama mereka di Lombok. Nonk dari Banten dan Wayan dari Bali, keduanya merasa sangat terkesan dan bangga menjadi bagian dari IHTF 2017, karena dapat menikmati keindahan destinasi Lombok, khususnya Lembah Sembalun.

“Wow, Lombok luar biasa, salut kepada Pemprov dan Dispar NTB yang telah memberikan dukungan terbaik bagi pelaksanaan IHTF ini. Bangga menjadi bagian dari IHTF-2 2017 di Lombok ini, pengalaman yang tak terlupakan,” ungkap mereka.

Demikian halnya dengan Prof Zaharul, dari Universitas Pendidikan Sultan Idris yang sudah datang ke Lombok untuk kali ketiga. “Kalo tidak bagus dan terkesan, tidak mungkin saya balik lagi, Lombok sangat friendly, adat dan budaya kita juga senada jadi sangat cocok untuk orang-orang Malaysia. Buktinya Air Asia, dari 3 kali seminggu sekarang jadi 3 kali sehari terbang ke Lombok dan selalu penuh,” pungkasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com