Home Industry News Realisasi Pembangunan Smelter PT. AMNT, Target Rampung 2023

Realisasi Pembangunan Smelter PT. AMNT, Target Rampung 2023

1
SHARE
Realisasi Pembangunan Smelter PT. AMNT, Ditargetkan Rampung 2023
Evaluasi Progres Rencana Pembangunan Kawasan Industri Sumbawa Barat, yakni Smelter dan Industri turunanya di Ruang Rapat Utama, Jumat (9/4/21).

Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi NTB terus mendukung progres pembangunan smelter dan industri turunan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) yang berlokasi di Teluk Benete dan Benete Selatan, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus mensupport agar pembangunan smelter dapat segera terealisasi.

Baik itu terkait dengan perijinan, perubahan alih fungsi pelabuhan dan sebagainya yang mendukung proyek smelter dan industri turunan PT. AMNT.

“Informasikan kepada kami apa yang harus dilakukan, sehingga betul-betul rencana dari mulai diambil oleh EPC kontraktor pada bulan juni atau juli 2021 tidak mundur lagi,” tutur Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB kepada PT. AMNT pada acara Evaluasi Progres Rencana Pembangunan Kawasan Industri Sumbawa Barat, yakni Smelter dan Industri turunanya di Ruang Rapat Utama, Jumat (9/4/21).

Untuk memastikan keseriusan pembangunan smelter, Bang Zul juga mengusulkan agar kawasan industri KSB mulai diinisiasi oleh Pemprov atau Pemda KSB. Dengan adanya inisiatif ini diharapkan nantinya PT AMNT dapat fokus memulai progres proyek smelter dan industri turunan.

Baca juga:  Masa Pilkada, Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

“Kawasan industri misalnya, kita inisiasi dari Pemprov atau Pemda KSB, supaya memancing keseriusan dari PT AMNT untuk pembangunan smelter,” tutur Bang Zul.

Senada dengan Gubernur, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, terus mendorong PT. AMNT utuk dapat mengeksekusi pembangunan smelter dan industri turunan.

“Kami ingin bagaimana kita sama – sama wujudkan smelter dan industri turuanannya segera dilaksanakan. Apa yang menjadi urusan kewenangan kita betul – betul kita tuntaskan, sehingga tidak ada celah bagi perusahaan untuk menunda,” jelasnya.

Sementara, Rachmat Makkasau, Presiden Direktur dari PT AMNT, menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid – 19 mengharuskan tertundanya proyek pembangunan smelter yang seharusnya selasai pada 2021 tetapi mengalami perubahan menjadi tahun 2023.

“Kondisi pandemi mempengaruhi penentuan harga, kami melakukan negosiasi dan sebagainya tidak bisa dilakukan, sehingga terjadinya kemunduran selama satu tahun dan kami melakukan penyesuaian,” ungkapnya.

Selain itu, smelter yang awalnya akan dibangun dengan kapasitas pengolahan sebesar 1,3 juta ton per tahun juga berubah menjadi 900 ribu ton per tahun.

Baca juga:  Esthy Reko Astuti: Peserta GFNY, Disuguhkan Keindahan Alam Pulau Lombok

“900 ribu ton pertahun sesuai dengan produksi Amman Mineral untuk jangka panjang. Sebelumnya kita buat 1,3 juta ton dengan harapan bisa mengimport konsentrat dari tempat lain,” tuturnya.

Rahmat pun mengaku bahwa perubahan rencana ini telah disetujui oleh Pemerintah Pusat pada 31 Maret 2021 lalu.

“Alhamdulillah, perubahan rencana sudah disetujui oleh pemerintah pada 31 Maret 2021 dengan berbagai macam usulan dan tawar menawar dari sisi perencanaan proyek,” pungkasnya. (LI/kominfo)

1 COMMENT

  1. Pembangunan smelter harus ada beberapa pabrik pendukung agar pabrik bs operasi, yaitu pabrik kimia, pabrik gas dll
    Tanpa pabrik pendukung mustahil smelter dibangun, dan tidak mungkin dibangun disana. Krn digresik kapasitas yg sekarang udah ditingkatkan 3 lipat dari yg dulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.