Home Industry News NTB Menuju New Normal, 5 Syarat ini Harus Terpenuhi

NTB Menuju New Normal, 5 Syarat ini Harus Terpenuhi

0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Suatu wilayah yang ingin menuju kenormalan baru atau yang saat ini sering kita dengar sebagai New Normal, haruslah memenuhi beberapa kriteria, salah satunya adalah syarat secara Epidemiologis.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada jumpa pers, Kamis (4/6/20) di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, menyatakan keputusan penerapan New Normal di Kabupaten/Kota di NTB menjadi tanggungjawab dari kepala daerah masing-masing.

“Untuk menuju New Normal, kami serahkan kepada Walikota dan Bupati, karena beliau-beliau yang lebih mengetahui karakteristik daerah dan masyarakatnya. Selain itu, tentunya ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk menuju New Normal ini, seperti yang telah direkomendasikan IDI, WHO dan Pemerintah Pusat,” Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. NTB ini.

Menurutnya, tidak mungkin New Normal dilakukan begitu saja, semaunya, tapi harus tetap mengikuti arahan atau rekomendasi dari pihak-pihak yang berwenang diatas.

Baca juga: Penanganan Corona, Pemkab Bangli Belajar ke Lombok Barat

Baca juga:  Sukseskan Festival Pesona Tambora 2017, 11 Penerjun Paskhas Atraksi Terjun Bebas

Senada dengan Wagub, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A mengatakan ada beberapa syarat Epidemiologis yang harus terpenuhi pada suatu daerah sebelum mengambil keputusan menuju New Normal.

“Setidaknya ada 5 syarat epidemiologis yang harus dipenuhi jika kita di NTB akan menuju New Normal. Jadi tidak bisa semau kita untuk memutuskan New Normal,” katanya.

Yang pertama, apakah ada penurunan minimal hingga 50 persen kasus selama 3 minggu sejak puncak terakhir dan penurunan berkelanjutan insidensi kasus dan kemungkinan yang teramati.

Kedua, jumlah sampel positif Covid-19 kurang dari 5 persen, minimal selama 2 pekan terakhir, dengan asumsi bahwa surveilans kasus suspek sudah komperhensif.

Ketiga, minimal 80 persen kasus berasal dari daftar kontak dan dapat dikaitkan dengan klaster yang diketahui.

Baca juga: Hari Hak untuk Tahu ke-18, Kampanyekan Pentingnya Pakai Masker

Keempat, adanya penurunan jumlah kematian pada kasus konfirmasi dan suspek selama 3 pekan terakhir dan Kelima adanya penurunan berkelanjutan terhadap jumlah perawatan di RS dan IGD pada kasus konfirmasi dan probable selama minimal 2 pekan terakhir.

Baca juga:  Wagub NTB Tekankan Pentingnya Komitmen Penerapan Protokol Covid-19

Dari lima syarat tersebut, sejauh ini di Provinsi NTB belum ada satupun dari 10 Kabupaten/Kota yang ada memenuhi syarat tersebut. Jadi dipastikan New Nornal belum bisa diterapkan secara penuh di Provinsi NTB.

Bahkan dari rilis terakhir, pada Jum’at (5/6/20), angka kasus positif Covid-19 di NTB sudah tembus 798 orang, dengan rincian: 441 orang positif dalam perawatan, 335 dinyatakan sembuh, 22 meninggal dunia, 626 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 472 Orang Dalam Pemantauan (ODP). (LI/AA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.