Home Government Affairs Mengelola Potensi Tambang di NTB, Gubernur Minta Investor Besar Rubah Filosofi

Mengelola Potensi Tambang di NTB, Gubernur Minta Investor Besar Rubah Filosofi

76
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Potensi tambang yang cukup besar di NTB, tentu memiliki peran besar
dalam kontribusinya bagi kemajuan ekonomi. Namun di satu sisi, juga dapat
menimbulkan masalah besar bagi lingkungan sekitar, apabila potensi pertambangan
tersebut tidak dikelola atau di manage dengan baik oleh pemerintah.

“Pemain besar harus merubah filosofi dalam mengelola
tambang, jangan lagi memaknai masyarakat sekitar sebagai pengganggu, tapi
jadikan bagian dari proses industri tambang yang ada,” tegas Gubernur NTB
Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber dalam diskusi terbatas dengan
tema “Mengelola Potensi Tambang di NTB”, di Kantor Harian Suara NTB,
Kamis (15/8).

Menurut Gubernur, Investor-investor tambang besar di NTB harus mulai merubah pola dalam melakukan kegiatan eksplorasinya. Perusahaan harus menyalurkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat lingkar tambang. Tentunya kata Gubernur, dengan meningkatkan skill dan kemampuan kerja, sehingga mampu direkrut kerja maka akan ada rasa ikut memiliki. Dengan demikian lingkungan NTB akan selalu aman dan nyaman bagi dunia investasi.

Pemerintah lanjutnya, akan menggelar karpet merah untuk
menyambut masuknya investor di NTB. Selain itu pemerintah juga akan membantu
dan mempermudah semua proses pengurusan izin dalam melakukan investasi. Namun,
tentunya investor yang betul-betul memiliki keseriusan bukan investor yang
abal-abal.

Kedepan kata Doktor Zul, pemerintah akan terus
menginventarisir potensi-potensi investasi di NTB. Untuk kemudian ditindaklanjuti
dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) handal bidang pertambangan. Sehingga
dalam semua proses dari operasi tambang, masyakat NTB menjadi bagian, dengan
demikian masyarakat lokal tidak lagi menjadi penonton di tanah sendiri.

Karena itu, Doktor Zul menghimbau semua investor, jika
memiliki masalah dan kendala di lapangan, untuk selalu mengkomunikasikan dengan
pemerintah. Dengan demikian pemerintah akan mencari solusi pemecahan masalah
yang ada di tingkat masyarakat.

“Jika ada masalah atau kendala, dikomunikasikan,
sehingga kita bisa kondisikan dengan masyakat,” imbuhnya.

Pemerhati Masalah Ekonomi NTB, Dr. M. Firmansyah menyatakan
setuju dengan gagasan Gubernur NTB bahwa membangun tambang itu tidak boleh
hanya memikirkan tambang itu sendiri. Namun juga harus memikirkan masyarakat di
sekitar tambang itu.

“Saya sependepat dengan pak Gubernur, kita tidak bisa
berpikir ansih bahwa ketika membangun tambang hanya memikirkan tambang saja.
Berapa radius dari pengaruh tambang itu harus dipikirkan,” ungkapnya.

Karena itu katanya, perlu dibuatkan blueprint atau master plan tentang kontribusi lain dari kehadiran tambang itu,
baik kontribusi langsung maupun tidak langsung. Yaitu kontribusi langsung yang
ia maksud berupa masyarakat bisa langsung bekerja di perusahan tambang yang
ada. Sementara kontribusi tidak langsungnya berupa pendidikan dan pelatihan
bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya kata Doktor Firman
adalah para pengusaha tambang harus mulai memikirkan bahwa ke depannya tidak
ada lagi pemutusan hubungan kerja secara mutlak.

“Mulai dari sekarang, karyawan itu mulai dilatih untuk
menyiapkan diri menjadi enterpreunership. Jadi, ketika nantinya ada persoalan,
tambang sudah tidak ada, mereka sudah bisa membangun sendiri kehidupan
ekonominya,” jelas Dosen Unram itu.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, M. Husni, Kepala BI NTB Achris Sarwani, Kepala
BPS NTB Suntono, SE, M.Si, Kadis LHK Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, Kepala
DPM-PTSP NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi., M.Si, President Direktur PT. AMNT,
Rachmat Makkasau, Presdir Indotan, Wawa Jaka Sungkawa Pimpinan PT Sumbawa Timur
Mining. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.