Home Industry News Masa Pandemi, Usaha Jamur Tiram Pak Athar Tembus Omset Jutaan Rupiah Perbulan

Masa Pandemi, Usaha Jamur Tiram Pak Athar Tembus Omset Jutaan Rupiah Perbulan

0
SHARE
Masa Pandemi, Usaha Jamur Tiram Pak Athar Tembus Omset Jutaan Rupiah Perbulan
Pak Athar (44) dan hasil usaha Jamur Tiramnya.

Giri Menang, LombokInsider.com – Saat dalam kondisi Pandemi seperti sekarang ini, usaha apakah yang terbesit dipikiran Anda? Tentu banyak usaha yang bisa Anda coba dengan modal sedikit dan minim resiko. Salah satunya, usaha budidaya jamur tiram.

Budidaya jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) tergolong mudah dikerjakan dan tidak membutuhkan modal yang banyak namun mempunyai pangsa pasar yang besar. Seperti yang sedang dijalankan oleh Pak Athar (44).

“Awalnya saya diajak teman, dari dulu dia sudah usaha jamur tiram. Dari usaha jamur tiram, dia berhasil menyekolahkan anaknya hingga bangku kuliah,” ujarnya.

Ayah tiga anak ini memulai usaha budidaya jamur tiram sejak 2017 bermula dari modal Rp1.000.000. Kini usahanya tersebut bisa menghasilkan uang jutaan rupiah perbulan.

Saat ini, usaha jamurnya berjumlah 500 baglog dan menghasilkan rata-rata 4 kg perhari yang Ia jual dengan harga Rp20.000/kg.

Omset Jutaan Perbulan

Dalam sebulan Pak Athar mendapatkan omset sekitar Rp2.400.000. Karena besarnya permintaan pasar, Pak Athar berencana membuat 2.000 baglog agar bisa menghasilkan puluhan kilogram perhari.

Baca juga:  Wagub Berharap Pramuka Ikut Berkontribusi Aktif Membangun NTB

“Yang memesan banyak, tapi produksi baru sanggup segitu, rencananya saya akan buat 2 000 baglog agar bisa menghasilkan 10kg per hari,” jelas Athar semangat.

Bagi Anda yang ingin terjun di usaha ini, Anda tidak membutuhkan keahlian yang mumpuni dan modal yang banyak untuk menjalankannya. Anda hanya membutuhkan tindakan dan ketekunan.

Anda bisa membuat gudang khusus atau rak-rak kecil di sekitar pekarangan Anda tempat menaruh baglog jamur yang sudah melalui proses pembuatan.

Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram biasa dibuat dari serbuk kayu yang telah dimasukkan kedalam baglog yang sudah dikukus dengan campuran gula, tepung jagung, kapur karang dan bibit jamur. Bahan-bahan tersebut mudah ditemukan, bahkan serbuk kayu bisa didapatkan dengan gratis.

Karena umumnya serbuk kayu tidak digunakan oleh tukang kayu dan cenderung dibuang. Anda hanya menyiapkan modal untuk campuran lainnnya seperti yang telah disebutkan diatas.

Proses pengukusan baglog memakan waktu 4-5 jam tergantung dari jumlah baglog dalam setiap pengukusan. Setelah proses pengukusan selesai, baglog kemudian didinginkan agar bisa menanam bibit jamur.

Baca juga:  Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017, Resmi Dibuka Gubernur NTB

Biasanya bibit jamur yang baik, akan menunujukkan perkembangannya dalam beberapa hari dihitung dari sejak diletakkan didalam baglog. Hal ini bisa dilihat dengan warna putih yang menjalar ke setiap bagian baglog yang biasa disebut dengan miselium.

Proses pertumbuhan miselium hingga memenuhi badan baglog membutuhkan waktu kurang lebih selama satu bulan. Setelah itu,tunas-tunas jamur tiram akan tumbuh dari rongga-rongga baglog.

Masa panen jamur tiram berkisar antara 4-5 bulan, tergantung kualitas campuran dan bibit. Agar pertumbuhannya tetap terjaga, jagalah kelembaban baglog dan sekitarnya dengan menyiramkan air secukupnya serta hindarkan langsung dari terpaan sinar matahari. Jamur tiram akan tumbuh dengan baik pada suhu 16 – 30°C serta kelembaban relatif 80 – 90%.

Anda tertarik?

Jika Anda ingin belajar secara langsung atau memesan jamur tiram hasil budidaya Pak Athar, Anda bisa berkunjung ke rumahnya di Desa Banyumulek, Kediri, Lombok Barat atau menghubunginya lewat saluran telepon atau WA pribadinya: 0878-6586-5707.

Selamat mencoba dan semoga sukses. (LI/uj)

Baca juga:  Festival Pesona Bau Nyale 2018, Masuk Dalam 100 Wonderful Event Kemenpar RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.