Home Government Affairs Kembangkan Ekonomi Kreatif, Bekraf Sosialisasikan Platform BISMA di Kota Mataram

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Bekraf Sosialisasikan Platform BISMA di Kota Mataram

153
0
SHARE

Mataram,
LombokInsider.com
– Badan
Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA
Goes To Get Member)
2019 di
Lombok Raya Hotel, Mataram pada Kamis (1/8). Mataram merupakan kota keenam
pelaksanaan BIGGER di tahun ini setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang dan
Banyuwangi.

BIGGER
merupakan program sosialisasi platform BISMA (BEKRAF Information
System in Mobile Application)
kepada pelaku ekraf di Indonesia. BISMA sendiri
merupakan platform bagi pelaku ekraf mendaftarkan diri maupun usahanya ke
database resmi Bekraf. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios
atau  melalui website BISMA  https://bisma.bekraf.go.id/.

“Kehadiran
BIGGER dari Bekraf adalah untuk menyapa dan merangkul para pelaku ekonomi
kreatif di NTB, khususnya di Kota Mataram agar dapat masuk dalam database
information system nasional yang ada di Bekraf berbasis platform BISMA,” kata
Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

Sementara Wawan
Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf menjelaskan dengan rinci
mengenai keunggulan dari platform BISMA ini kepada seluruh peserta yang
menghadiri acara BIGGER.

“BISMA bertujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif dalam menunjang perkembangan ekraf nasional. Sehingga kedepan, data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah,” ujar Wawan.

Keuntungan
lain dengan adanya BISMA bagi pelaku ekraf di antaranya Be Updated dimana pelaku ekraf bisa
mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang
difasilitasi oleh Bekraf. Be Marketed karena BISMA menyediakan etalase untuk memperkenalkan
produk-produk ekonomi kreatif.

Be
Supported
dimana
pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan
bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Be Integrated di mana usaha pelaku ekraf
terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring
investor usaha kreatif di Indonesia. Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat
terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan
yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, saat ini
tercatat lebih dari 45.000 pelaku ekraf di Indonesia dengan 827 jumlah usaha
ekraf di NTB yang sudah terdaftar di platform BISMA. Namun angka ini masih jauh
lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencatat
terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia. Di
Mataram sendiri tercatat baru 344 pelaku ekraf yang mendaftar melalui platform
BISMA dari 17.193 pelaku ekraf yang ada.

Mataram menjadi
salah satu lokasi diselenggarakannya rangkaian BIGGER 2019 karena dalam Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN), Kota Mataram
ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berfungsi sebagai pintu
gerbang dan simpul utama transportasi serta kegiatan perdagangan dan jasa skala
regional. Oleh karena itu Mataram dinilai memiliki banyak pelaku ekonomi
kreatif karena ditunjang oleh posisinya sebagai salah satu destinasi wisata
nasional.

Selain
menyosialisasikan BISMA kepada pelaku ekraf Mataram, rangkaian kegiatan BIGGER
ini juga dimaksudkan untuk memberikan fasilitasi pengembangan kapasitas mengenai
pengemasan produk, pemasaran produk, teknik fotografi komersil hingga
pengelolaan keuangan memperkenalkan program-program Bekraf lain yang mampu
mengakselerasi perkembangan ekraf nasional.

Kegiatan
ini dibuka oleh Deputi Pemasaran, Joshua Puji Mulia Simandjuntak dan dalam
kesempatan tersebut turut hadir Direktur Harmonisasi Regulasi dan
Standardisasi, Sabartua Tampubolon; Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam
Negeri, Hassan Abud; Co-Founder Filosofi Kopi, Handoko Hendroyon; Ahli
Pengemasan Produk, Endang Warsiki; Direktur PT. Halal Ventures Indonesia,
Harjono Sukarno; Community Manager Buka Lapak, Mega Tri Agustina dan Penulis
Buku Smartphone Photography,
Ariana Octavia.

Melalui kegiatan ini
Bekraf berharap dapat memperoleh data mikro yang valid mengenai data ekonomi
kreatif untuk mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemetaan
program dan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf di
masing-masing wilayah.

Tentang
Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.