Home Industry News Kejar Target 3,5 juta Wisatawan di 2017, Dispar Genjot Program 100 Hari...

Kejar Target 3,5 juta Wisatawan di 2017, Dispar Genjot Program 100 Hari Pertama

0
SHARE
Jumpa Pers Program Kerja 100 Hari Pertama Dinas Pariwisata NTB.

Mataram, LombokInsider.com – Setelah terbentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, bersamaan dengan mutasi dan pelantikan SKPD dilingkup Provinsi NTB pada (3/1) yang lalu, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah berubah menjadi Dinas Pariwisata (Dispar). Hal ini menurut Kadisnya, HL. Moh Faozal dalam rangka untuk lebih fokus lagi dalam pembangunan kepariwisataan NTB dan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada wisatawan yang datang, sekaligus untuk mencapai target kunjungan wisatawan 3,5 juta orang ke NTB, yang tentunya perlu dukungan dan kerjasama seluruh pihak terkait.

Program 100 Hari Pertama

Kadis Dispar NTB, HL. Moh Faozal dan Empat Kepala Bidangnya pada Pemaparan Program Kerja 100 hari di kantornya, Jum’at (6/1).

“Saat ini Dinas Pariwisata (Dispar) tidak lagi bersama dengan kebudayaan, tentunya ini merupakan pertimbangan dari pemda agar bisa lebih fokus pada programnya masing-masing, dalam upaya peningkatan kualitas,” kata Faozal saat memberikan pemaparan dalam jumpa pers program 100 hari pertama OPD baru di kantornya, Jum’at (6/1/2017). Faozal menjelaskan semoga dengan pemisahan ini percepatan perkembangan pariwisata NTB dapat terwujud, selain itu lingkup kerja empat bidang yang ada didalam Dispar akan lebih fokus dalam melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan pariwisata yang telah terbangun selama ini. Empat bidang yang saat ini menjadi poros pendukung dalam tubuh Dispar NTB adalah, bidang pemasaran, atraksi dan daya tarik, destinasi dan kelembagaan.

Baca juga:  Dispar NTB Serahkan Dukungan Sarpras Pariwisata di Destinasi Senilai Total 16 M
Kawasan Destinasi Wisata Sembalun di Lombok Timur, Merupakan Destinasi Prioritas yang Terus dibenahi.

Tugas 4 Bidang di Dinas Pariwisata

“Kami di Dispar yang terdiri dari empat bidang ini, masing-masing termotivasi untuk bekerja mencapai target kunjungan 3,5 juta wisatawan, yakni 2 juta wisnus dan 1,5 juta wisman, dibidangnya masing-masing,” lanjut Faozal yang telah menjabat selama 2 periode berturut-turut di Dispar sebagai Kepala Dinas. Bidang Destinasi, bertugas untuk memastikan semua destinasi yang ada, terutama destinasi prioritas sudah dilengkapi dengan informasi terkait tentang kelengkapan fasilitas, tarif angkutan dari dan ke tujuan destinasi, serta pembenahan dan peningkatan kualitas fasilitas yang ada disana, seperti di Gili, Sembalun, Rinjani dan juga Pantai Selatan Lombok.

Sementara bidang Pemasaran melakukan finalisasi kalender even tahunan Dispar, terutama persiapan konsep even terbaru selama Februari ini yakni Lombok Great Sale. “Sebagai even yang baru pertama kali dilakukan, tentunya perlu persiapan yang baik dan matang, karena pada kegiatan promosi ini akan memberikan potongan harga bagi semua wisatawan yang datang ke Lombok, mulai dari tiket, akomodasi, paket tour dan belanja,” jelas Faozal. Even yang juga dilaksanakan pada Februari ini adalah Festival Bau Nyale sebagai core event di pesisir pantai selatan yang berada di KEK Mandalika, selain itu penguatan promosi melalui direct flight ke lima kota besar di Indonesia dan membuka peluang penambahan direct flight maskapai luar yang masuk ke Lombok, seperti Air Asia, Silk Air, Jet Star, Cathay Pasific dan lainnya.

Baca juga:  Gandeng Google, Kemenparekraf Latih UMKM Pariwisata Manfaatkan Platform Digital
Puluhan Media Cetak dan Elektronik, Hadir pada Jumpa Pers Program Kerja 100 Hari Pertama OPD Baru, di Kantor Dispar NTB, Jum’at (6/1/2017).

Demikian halnya dengan bidang Atraksi dan Daya Tarik, bertugas memastikan semua even sudah terpublikasi, serta persiapan dan pembenahan manajemen atraksi dan daya tarik disetiap destinasi yang ada dibawah Dispar NTB, baik yang ada di Lombok maupun Sumbawa. Bidang Kelembagaan memiliki tugas untuk membina dan memberikan pelatihan kepada pihak-pihak terkait sebagai upaya peningkatan kualitas SDM pariwisata yang ada di NTB, agar nantinya dapat bersaing dengan baik dan memberikan pelayanan yang ramah, nyaman dan berkesan kepada wisatawan. Salah satu langkah yang segera dilaksanakan yakni pelatihan 285 orang pramuwisata untuk bahasa Arab, serta melakukan penertiban praktek pramusiwisata di NTB, bekerjasama dengan HPI, Kepolisian, Kejaksaan dan Pol PP, terkait perda pramuwisata yang telah disahkan.

Branding dan Harapan

Diakhir jumpa pers Kadis berharap kerjasama dan dukungan dari seluruh elemen pariwisata yang ada agar target diatas dapat tercapai, apalagi branding Lombok Friendly sebagai jualan Lombok di luar negeri telah di launching pada (31/12) yang lalu. Sehingga apa yang sedang dan akan dilakukan tentunya untuk memberikan yang terbaik pada pariwisata NTB, agar dapat sejalan dengan program promosi branding pemerintah pusat mulai dari Friendly Lombok dan Wonderful Indonesia untuk tingkat internasional, Pesona Indonesai untuk tingkat nasional dan pesona Lombok Sumbawa untuk tingkat daerah. Tugas berat lain yakni dengan tidak adanya even besar bertaraf nasional yang digelar selama 2017 ini, sehingga targetnya yakni pelaksanaan MICE Corporate di Lombok. (LI/AA)

Baca juga:  Perjalanan Pariwisata Nusa Tenggara Barat 10 Tahun Terakhir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.