Home Industry News Sutrisno Maktal: Dari Manager Hotel Hingga Barista Coffee Shop

Sutrisno Maktal: Dari Manager Hotel Hingga Barista Coffee Shop

0
SHARE
Lobby Hotel Maktal, Kebersihan Menjadi Prioritas Utama di Maktal Hotel.

Mataram, LombokInsider.com – Berawal dari membantu usaha orang tuanya membangun Hotel Maktal pada 2011 lalu dan mulai beroperasi pada Agustus 2012, Sutrisno atau Sutris Maktal orang lebih mengenal dia, hal ini dikarenakan namanya selalu disatukan dengan usaha hotel dan coffee shop milik orang tua yang dikelola olehnya. Hotel Maktal merupakan hotel kelas Melati dengan 27 kamar, yang berada di tempat strategis di tengah kota, tepatnya di Jalan Maktal no. 3, samping Rumah Sakit Risa Sentra Medika, Mataram.

Hotel Maktal

Salah satu Fasilitas di Hotel Maktal, Kamar Yang Bersih dan Rapi Memberikan Kenyamanan Bagi Pelanggan.
Kamar Yang Bersih dan Rapi Memberikan Kenyamanan Bagi Pelanggan.

“Kami memiliki 27 kamar, dengan fasilitas di masing-masing kamar adalah Air Conditioner, Balcony Bathroom, Bathroom Amenities, Breakfast, Hairdryer, Patio Room Service, Safety Deposit Box, Seating Area, Shower, TV-Satelite/Cable Telephone, Work Desk, Internet Wi Fi – Free Wi Fi in Public Areas and Laundry,” kata Sutris Maktal kepada LombokInsider.com saat ditemui beberapa waktu lalu. Menurutnya tamu yang menginap banyak dari pebisnis yang pergi dari pagi setelah sarapan dan pulang sore harinya, jadi hotel betul-betul hanya sebagai tempat istirahat. Untuk usahanya ini Sutrisno mempekerjakan sekitar 24 orang karyawan yang bertugas di hotel dan juga coffee shopnya.

“Kebanyakan tamu kami berasal dari Jakarta, Surabaya dan Bandung yang merupakan kota industri, karena biasanya sales-salesnya menginap bahkan lebih dari satu minggu,” jelas Manager Maktal Hotel ini. Bahkan seorang sales dari suatu perusahaan rokok sering menginap hingga sebulan, karena urusannya yang perlu waktu panjang dengan pabrik rokok di Lombok Timur. Sebagai seorang marketing yang lulus pada 2004 lalu Sutris Maktal melihat usaha perhotelannya lambat perkembangannya selain semakin banyak hotel melati dan bintang yang bertebaran di Mataram, juga kebijakan pemerintah dalam memotong anggaran belanja pegawai juga cukup mempengaruhi tingkat hunian hotel-hotel kota di Mataram, termasuk hotel Maktal.

Baca juga:  Sembalun Seven Summits (SSS), Taklukan 7 Puncak Tertinggi di Sembalun
Kesibukan Karyawan Maktal Coffee Shop, Melayani Tamu yang Datang Berkunjung.
Kesibukan Karyawan Maktal Coffee Shop, Melayani Tamu yang Datang Berkunjung.

Usaha Coffee Shop

Oleh sebab itu sejak 2012 lalu ia mencoba mencari selah usaha lain yang dilihatnya belum begitu banyak pesaing dan trennya naik walaupun secara perlahan. “Awalnya saya membuka coffee shop sebagai bagian dari hobi menikmati kopi dari pelbagai daerah di Indonesia, juga untuk meningkatkan pendapatan dari hotel yang usaha ini memang menjadi bagian darinya,” ungkap lulusan UK Petra Surabaya ini. Maka semenjak itu Sutris mulai mendalami usaha perkopian ini, dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi bartender kopi di Jakarta yang biasa dikenal dengan Barista, hingga akhirnya ia lulus uji dan menjadi salah satu Barista pertama yang ada di Kota Mataram.

Sutrisno menjelaskan bahwa di Maktal Coffee Shop memiliki dua jenis kopi yakni Robusta dan Arabica. “Untuk saat ini kami menggunakan dua jenis tersebut, dari komposisi yang biasa digunakan yakni Arabica 90% sedangkan 10% sisanya Robusta, namun dari biji kopi yang tersedia di Maktal semuanya kopi lokal Indonesia seperti, Mandailing, Gayo, Toraja, Malabar, Bali dan Sembalun,” ungkap bapak satu anak ini. Selain menikmati kopi di Maktal Coffee Shop anda juga bisa belajar langsung teknik-teknik dasar membuat kopi kepada pemiliknya Sutris Maktal, yang selalu siap menjawab pertanyaan-pertanyaan anda seputar kopi.

Baca juga:  Bangkitkan Pariwisata Lombok, Wyndham Sundancer Resort Gelar Lombok Coffee Art Competition

Kopi Sembalun Jadi Favorit

Iced Caramel Machiatto, salah satu Menu Kopi di Maktal Coffee Shop.
Iced Caramel Machiatto, salah satu Menu Kopi di Maktal Coffee Shop.

Menurut Sutris Maktal sejauh ini kopi Sembalun masih menjadi favorit para penikmat kopi yang datang ke Maktal. “Kopi Sembalun merupakan Favorit disini, karena hampir setiap tamu yang datang khususnya dari luar daerah selalu ingin mencoba kopi lokal daerah Lombok,” tuturnya. Awalnya Sutrisno sengaja memasukan kopi Sembalun kedalam biji kopi pilihan untuk mengangkat popularitas kopi khas lokal dan ternyata hal itu berhasil, bahkan sejauh ini Kopi Sembalun menjadi favorit. Ada sekitar 24 varian menu kopi yang tersedia di Maktal Coffee Shop yang dapat dipilih oleh para penikmat kopi sesuai dengan selera masing-masing. Sutrisno mengaku para tamu yang datang bukan hanya dari kalangan penikmat kopi di Mataram saja, namun dari luar daerah bahkan beberapa wisatawan mancanegara telah singgah dan menikmati kopinya.

Untuk menghasilkan secangkir kopi nikmat ada beberapa hal yang harus diperhatikan. “Ada empat faktor yang berperan penting atau berpengaruh dalam pembuatan secangkir kopi yakni, alat seduh dan giling, biji kopi serta keahlian dari si pembuat dalam hal ini barista, jika salah satu dari keempat hal ini diabaikan maka rasa kopi yang dihasilkan dijamin akan kurang maksimal,” pungkasnya. Rencananya tahun depan akan diadakan kompetisi Barista di Mataram, semoga hal ini akan semakin meningkatkan kemampuan para Barista yang ada, juga membawa dampak positif bagi kopi lokal daerah Lombok dan juga petaninya di Sembalun. (LI/AA)

Baca juga:  Laju Pertumbuhan IPM NTB 2019, Tercepat Kelima Nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.