Home Industry News LtripX 2021, Revolusi Platform Digital Travel Industri Buatan NTB

LtripX 2021, Revolusi Platform Digital Travel Industri Buatan NTB

0
SHARE
LtripX platform digital travel, buatan NTB
LTripX 2021, Revolusi Platform Digital Travel Industri Buatan NTB

Mataram, LombokInsider.com – Berawal dari kegalauan yang sudah berlangsung sejak 2017 lalu, Askar DG Kamis membangun sebuah platform digital travel industri dengan nama LtripX. Tepatnya pada November 2017 Askar mulai merintis pariwisata berbasis kemasyarakatan di Kabupaten Sumbawa.

“LtripX ini merupakan luapan kegalauan saya sejak 2017 itu. Ketika berusaha menjual pariwisata berbasis kemasyarakatan di Desa Labuhan Burung, Buer, Sumbawa,” katanya di Mataram, Senin (2/11/20).

Bagaimana tidak, Askar mengaku cukup bingung menjual paket wisata tapi tidak memiliki platform digital sebagai penunjang jualannya.

Tidak seperti platform digital travel industri yang sudah ada, LtripX boleh dikatakan telah melakukan revolusi dengan membuat penawaran dan pengalaman berwisata yang tidak ada di platform lain.

“Ini murni produk lokal kami di NTB. Kami yakin bisa bersaing, karena ada pembeda dari platform lain yang sudah ada,” ujar Founder LtripX ini.

Paltform LtripX memiliki menu Destinasi yang mencakup destinasi seluruh Indonesia, kemudian menu Trip Collection yang merupakan kumpulan paket liburan. Ada juga menu Travel Adds On yang merupakan pilihan layanan seperti airport transfer, sewa mobil dan voucher.

Baca juga:  Program Religi Pesona Khazanah Ramadhan 2018 Resmi Dibuka Pemprov NTB
Master Trainer - Google Gapura Digital
Askar DG Kamis, Master Trainer – Google Gapura Digital.

“Ada juga menu Hotel Deals, intinya kami mengajak para hotelier dari pola fikir room centric untuk saat ini, menemukan alternative distribution channel yang dapat mengakomodir revenue generation dari produk produk hotel lainnya, seperti Merchandise, Dinner, Spa, Massage dan produk lainnya yang dapat kami jual pada LtripX,” jelas Master Trainer – Google Gapura Digital ini.

Menurutnya, salah satu pembedanya adalah “Menu Wisata Pedesaan (Rural Tourism)” dimana mengakomodir kebutuhan pemasaran dari produk produk desa wisata dan program wisata lainnya yang ada di desa desa.

Baca juga:

Kemenparekraf: Pentingnya Program Sinergi Bangkitkan Pariwisata Indonesia

PTN Pariwisata Gelar Wisuda Virtual Bagi 2.746 Lulusan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.