Home Hotel News Kreatif Saat Pandemi, Karyawan Hotel di Lombok Kembangkan Usaha Kue “My Cookies”

Kreatif Saat Pandemi, Karyawan Hotel di Lombok Kembangkan Usaha Kue “My Cookies”

96
0
SHARE
Ida Ayu Nyoman Sri Utami (Dayu), pemilik usaha kue kering "My Cookies".

Mataram, LombokInsider.com – Pandemi Corona yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia bukan hanya berdampak kepada kesehatan, namun hampir semua sektor terdampak, termasuk perekonomian masyarakat. Efek dari diterapkannya imbauan untuk #dirumahaja dan #socialdistancing membuat hampir seluruh bidang menutup sementara bahkan selamanya usahanya.

Bidang pariwisata yang sebelumnya merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia dan PAD di Provinsi NTB, termasuk yang paling terdampak. Usaha penyangga pariwisata seperti; travel, ekonomi kreatif, katering dan perhotelan banyak yang tutup karena jika beroperasi juga tidak bisa menghasilkan.

Dampaknya adalah karyawan dirumahkan sementara. Tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya berdiam dirumah, namun tidak demikian dengan Ida Ayu Nyoman Sri Utami (Dayu).

“Keadaan ini memang cukup sulit bagi semua orang. Kita harus kreatif, karena hidup harus terus berjalan dan kebutuhan juga justru bertambah, oleh karenanya kita harus tetap memiliki pendapatan saat pandemi ini,” ujar Asst. Marcomm Manager di salah satu hotel bintang empat di Kota Mataram, Lombok ini.

Selain kesibukan mengurus rumah saat pandemi, Dayu juga memiliki kesibukan lain yakni membuat kue kering untuk dipasarkan.

“Bagaimana saat seperti ini kita membuat sesuatu yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bersyukur kami punya hobi membuat kue kering seperti ini dan bisa djual,” katanya di Mataram, Selasa (28/4/20).

Menurut Dayu, momen saat Ramadan menjelang Idul Fitri ini sangat tepat untuk memasarkan produknya, meski ditengah keterbatasan saat ini.

“Sebenarnya awalnya hanya untuk mengisi waktu senggang saat ini, tapi kebetulan pandemi ini bertepatan dengan Ramadan dan jelang Idul Fitri jadi pemesanan sudah cukup banyak,” ucapnya.

Usaha kue kering ini sudah di mulai Dayu sejak enam tahun terakhir. Hanya saja saat pandemi Covid-19 ini ia bisa lebih fokus lagi menghasilkan kreatifitas beragam kue kering untuk dijual.

“Untuk pemasaran kita lakukan secara online dan offline, kebetulan saya dibantu oleh dua orang rekan kerja saya di hotel,” katanya.

Sebagai wujud kepedulian kepada teman seprofesi, Dayu mengajak dua orang temannya yakni Riani Astiti Ningtyas, Execituve Secretary dan Ayu Sugiyarti, Asst. Sales Manager untuk membantunya dalam pemasaran produk kue kering “My Cookies”. Cukup terjangkau, produk My Cookies ini dijual mulai harga 65K saja.

“Saya juga mengajak teman-teman untuk bisnis, agar bisa terus optimis. Karena ini bukanlah akhir dari segalanya, kita bisa terus berkreasi menghasilkan hal-hal yang bermanfaat untuk dijual,” tegas Dayu. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.