Home Government Affairs Hadir Kembali, Jangzulmi Beri Solusi Masalah Perekonomian Melalui Koperasi

Hadir Kembali, Jangzulmi Beri Solusi Masalah Perekonomian Melalui Koperasi

84
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Jangzulmi), kembali hadir di tengah masyarakat NTB, pada Jum’at (12/7), setelah sempat jeda sekitar dua bulan. Acara ini dirangkai dengan perayaan Hari Koperasi Nasional 2019, dihadiri Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI Rahmat Kusnawadi, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama NTB.

“Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan oleh
Allah SWT untuk bertemu dalam forum ini, semoga intesitas komunikasi kita ini
bisa menjadi sumbatan permasalahan kita”, ungkap Gubernur NTB Dr. H.
Zulkieflimansyah yang hadir bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi
Djalillah.

Berkaitan dengan perayaan Hari Koperasi Nasional, Gubernur
mengingatkan bahwa koperasi menjadi penyelesaian persoalan saat Indonesia
mengalami gonjang ganjing masalah demokrasi, masalah ketimpangan ekonomi dan
sebagainya sehingga memunculkan koperasi sebagai solusi dan ide luar biasa,
dari tokoh nasional dan motivator Indonesia, Bung Hatta.

Semangat wirausaha masyarakat, khususnya bisnis generasi
muda masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Gubernur
Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah.

Pelaksanaan program-program unggulan yang luar biasa itu,
seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000
cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program
unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan
kerja keras untuk mengaplikasikannya.

Salah satu tokoh yang hadir, H. Lalu Mujitahid, mantan
Bupati Lombok Barat,  menyampaikan
masukan kepada pasangan Zul-Rohmi. Ia ikut merancang RPJMD NTB, memuji gagasan
dan program-program unggulan NTB Gemilang, yang menurutnya luar biasa. Namun
dalam perjalanan awal ini, Miq Muji sapaan akrabnya menyayangkan bahwa
program-program itu belum banyak diketahui masyarakat.

Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa
wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih sangat rendah.

“Contohnya para pedagang kuliner dan asongan di Cakra dan
Bertais, sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB. Hanya hitungan
jari saja jumlahnya, kalaupun ada, hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung,”
ungkapnya.

Karenanya perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung
cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah
nasional maupun global. Miq Muji, 
mengusulkan kepada Gubernur agar koperasi dan UMKM, terus diperkuat
sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Atas berbagai masukkan dan keluhan tersebut, Gubernur Dr.
Zul menyampaikan terima kasih dan mengapresiasinya. Menurutnya, tugas
pemerintah sebenarnya lebih kepada menfasilitasi, mendorong dan mengarahkan
atau mengatur secara regulasi. Sedangkan terkait permodalan, pengembangan
ekonomi dan bisnis, merupakan porsi tugas dari dunia usaha.

“Kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin
menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan
semangat wira usaha sulit diwujudkan. Gak bakalan mau jadi pengusaha,”
tegasnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.