Home Industry News Guru Honor Jadi P3K, Wagub NTB: “Kami Dukung Perjuangan Para Guru”

Guru Honor Jadi P3K, Wagub NTB: “Kami Dukung Perjuangan Para Guru”

0
SHARE
Guru Honor Minta Jadi P3K, Wagub NTB:
Ummi Rohmi saat menerima Ketua dan Pengurus GTKHNK35+ Provinsi NTB, Maksud S. Pd.I didampingi Kepala Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan di ruang kerja wagub, Rabu (3/2/21).

Mataram, LombokInsider.com – Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Siti Rohmi Djalilah yang akrab disapa Ummi Rohmi menegaskan, guru merupakan aktor penting dan strategi dalam pembangunan daerah.

Untuk itu, berbagai upaya dan solusi terus diperjuangkan oleh pemerintah provinsi demi kesejahteraan guru honorer yang mengabdi selama ini. Tentu ini juga harus didukung oleh aturan-aturan yang berlaku dan kualitas guru yang mendukung.

“Jangan khawatir, kami tidak menutup mata terhadap nasib yang dihadapi oleh guru honor selama ini. Selama ada aturan tentang itu kemudian didukung dengan kemampuan anggaran daerah, kami akan back up dan mendukung sepenuhnya perjuangan para Guru,” ungkap Ummi Rohmi saat menerima Ketua dan Pengurus GTKHNK35+ Provinsi NTB, Maksud S. Pd.I didampingi Kepala Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan di ruang kerja wagub, Rabu (3/2/21).

Perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori di atas 35 tahun (GTKHNK 35+) tersebut menemui Wagub guna meminta dukungan dan rekomendasi kepada pemerintah Provinsi NTB agar diprioritaskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga guru honorer di bawah usia 35 tahun digaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku.

Baca juga:  Laju Pertumbuhan IPM NTB 2019, Tercepat Kelima Nasional

Ummi Rohmi mengatakan, pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB sudah mengajukan jumlah guru honorer yang diprioritas melalui jalur P3K.

Artinya, nasib para guru honorer menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menentukan masa depan mereka agar lebih baik ke depan, terang Wagub Umi Rohmi.

Sebelumnya, mewakili para Guru Honorer, Maksud, S.Pd.I menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk memprioritaskan suatu kebijakan agar mengangkat guru honorer di atas usia 35 tahun menjadi PNS tanpa tes.

Hal itu menurutnya didasarkan pada pengabdian mereka yang sudah lama dengan jumlah yang tidak sedikit, bersadasarkan data dari GTKHNK35 bahwa jumlah guru honorer di atas usia 35 dari SD sampai tingkat SMA sebanyak 2575 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.