Home Industry News Gubernur dan Wagub NTB Dialog Dengan Pelaku Pariwisata di NTB

Gubernur dan Wagub NTB Dialog Dengan Pelaku Pariwisata di NTB

0
SHARE

“Kalau pandemi Covid-19 berlalu, kita akan bersinergi denga pemda Bima untuk membuat ivent-ivent besar seperti, lari maraton dan lomba renang yang berkelas menuju Pulau Ular. Kita sediakan hadiah yang besar sehingga destinasi pulau Ular akan ramai dikunjungi,” ujar gubernur.

Selain itu, Doktor Zul sapaan akrabnya berharap kepada pelaku pariwisata untuk tetap bersinergi memajukan pariwisata di NTB. Menurut Doktor Zul, kemajuan pariwisata tergantung dari peran pelaku industri pariwsata karena potensi pegiat pariwisata luar hebatnya untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang cukup lama terdampat akibat Covid-19.

“Mereka adalah pemain utama untuk memajukan pariwisata kita, pemerintan hanya sebagai fasilitator,” tegas gubernur.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga menanggapi tentang kebijakan buka tutup destinasi pariwisata pasca lebaran Idul Fitri. Kebijakan itu bukan tanpa sebab, karena mengingat trend kasus positif masih cukup tinggi. Sehingga pemerintah dengan berat hati menutup beberapa tempat-tempat wisata.

“Pemerintah juga tidak akan tutup tempat-tempat wisata. Kita juga tidak ingin menghambat masyarakat mencari rezeki. Tapi karena situasi pandemi Covid-19 masih cukup tinggi. Sehingga memaksa kita untuk menutup sementara yang kemudharatannya lebih sedikit,” ungkap Ummi Rohmi menanggapi berbagai keluhan pelaku pariwisata.

Baca juga:  500 Ta’jil Tersedia di Islamic Center Setiap Hari, Selama Pesona Khazanah Ramadhan

Ummi Rohmi sapaanya akrabnya menegaskan, pembukaan destinasi wisata di NTB memang diperbolehkan bagi daerah yang masuk zona hijau. Namun sayangnya, hampir semua wilayah di NTB belum ada yang zona hijau.

Kalau tempat-tempat wisata dibuka pada moment lebaran idul fitri maka dikhawatirkan lonjakan kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan.

“Karena momen lebaran banyak orang yang pergi ke tempat wisata. Sehingga dengan jumlah yang banyak maka bisa dipastikan tidak bisa dibendung. Tentu prokes akan sulit diterapkan,” ujarnya.

Untuk itu, Ummi Rohmi meminta kepada semua pelaku pariwisata untuk tetap bersabar di tengah situasi Covid-19 saat ini. Ke depannya, pemerintah berharap masyarakat bisa kembali menikmati destinasi pariwisata kalau situasi kembali normal seperti sedia kalanya.

“Saya yakin pelaku pariwisata di NTB memiliki kemampuan yang sangat besar untuk memajukan pariwisata kita. Untuk itu, usulan mereka harus benar-benar difasilitasi oleh pemerintah daerah,” harap Ummi Rohmi. (LI/kominfo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.