Mataram, LombokInsider.com – Berbeda dengan peragaan busana pada umumnya, biasanya mengambil tempat di ball room atau hotel berbintang yang mewah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB melakukan hal yang diluar kebiasaan. Lombok Fashion on The Street, menyulap jalan depan Pendopo Gubernuran menjadi sebuah tempat peragaan busana yang elegan.

Inspirasi Kemajuan Produk Tenun Lombok

“Semoga ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua untuk kemajuan kain tenun NTB, kemajuan industri NTB, kemajuan pariwisata NTB dan kemajuan NTB pada umumnya,” ucap Erica Zainul Majdi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB.

“Acara malam ini melibatkan seluruh organisasi perempuan se-NTB, juga melibatkan banyak desainer seperti, Ada Ria Miranda, Irna Mutiara, Daeng Epoel, Ida Rohida dan Farida, serta lebih dari 15 desainer lokal lainnya.

TENUN. Dengan tema Tenun Lombok, Lombok Fashion on the Street Tampilkan Kreasi Desainer Terkenal.

Erica menambahkan, ada sekitar 100 karya desainer lokal yang diperagakan ibu ibu dari organisasi perempuan NTB, juga melibatkan model-model professional. “Rencananya yang akan datang kita gunakan tenun dari Sumbawa,” imbuhnya. Erica juga sangat mengapresiasi semua pihak yang telah mensukseskan acara ini.

“Tahun lalu kita mengandeng Dian Pelangi da Zaskia Sungkar untuk New York Fashion Week. Pendapatan NTB dari industri kreatif sekitar 12 persen, dari situ terpikir itu sebuah momentum dimana dunai internasional melihat Tenun Lombok,” ujar Erica.

“Tidak ada arahan, untuk menampilkan busana muslim, mungkin karena mayoritas penduduk NTB Islam dan juga menjadi destinasi pariwisata halal jadi para desainer menampilakan busana muslim. Ini murni kreasi dari disainer,” tegasnya.

Fashion on the Street Pertama

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal, sebagai penanggungjawab pelaksanaan acara ini mengatakan sangat mengapresiasi usaha berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini.

“Meski baru pertama dan kami coba dengan konsep yang berbeda dengan indoor, dibantu dengan penataan cahaya, ini terbilang sukses,” ucap Faozal.

Faozal menjelaskan bahwa harapannya tenun khas daerah lebih punya tempat di hati masyarakat, sehingga pasarnya menjadi kembali bergairah. Acara ini juga merupakan rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017.

“Kita patut bangga, potensi tenun kita sangat bagus, kualitasnya tak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Potensinya juga cukup banyak, Sukarara, Pringgasela, Sade, komitmen kami untuk selalu mendukung berkembangnya usaha kreatif masyarakat,” pungkasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com