Sumbawa Besar, Lombokinsider.com – Sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan Festival Moyo (Fesmo) 2016 di Kabupaten Sumbawa. Dinas Koperasi dan Perindustrian Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian RI mengadakan pelatihan menenun kain khas Sumbawa (kerealang,red) diikuti oleh 40 peserta pada (28/9). Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc yang membuka kegiatan pelatihan menyampaikan, tidak sedikit orang mengira bahwa tenun dan batik itu sama lantaran hasil jadi keduanya hampir sama.

Namun setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata kain batik dan kain tenun memiliki banyak sekali perbedaan. Beberapa contohnya adalah dari cara pembuatan, motif kain dan lamanya pembuatan kain itu sendiri. “Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, s

Pemateri Memberikan Penjelasan Teori Dalam Meningkatkan Kualitas Para Penenun di Sumbawa.

Pemateri Memberikan Penjelasan Teori dan Teknik Dalam Meningkatkan Kualitas Para Penenun di Sumbawa.

utra, dan lainnya,” jelas Bupati.

“Di Sumbawa sendiri biasanya produksi kain tenun dibuat dalam skala rumah tangga yang dilakukan oleh kaum perempuan di waktu senggang sehingga untuk satu buah hasil produksi kain tenun mebutuhkan waktu hingga sebulan atau bahkan beberapa bulan. Saat ini budaya menenun di Kabupaten Sumbawa sudah mulai luntur, hal tersebut dapat dilihat dari hasil tenun yang berasal dari daerah ini yang sangat terbatas dan itupun berasal dari desa tertentu saja. Sehingga, kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan pelatihan ini,” tegas Husni Jibril.

 

Oleh sebab itu, seni tenun dalam masyarakat selalu bersifat partikular atau memiliki ciri khas, dan merupakan bagian dari representasi budaya masyarakat tersebut. Kualitas tenunan biasanya dilihat dari mutu bahan, keindahan tata warna, motif dan ragam hiasannya,” lanjut Bupati. Seni tenun berkaitan erat dengan sistem pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam dan sistem organisasi sosial dalam masyarakat. Karena kultur sosial dalam masyarakat beragam, maka seni tenun pada masing-masing daerah memiliki perbedaan.

“Kami juga meminta kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan men

Selain Teori, Para Peserta juga Mempraktekan Langsung Ilmu Baru yang diperoleh pada saat Pelatihan.

Selain Teori, Para Peserta juga Mempraktekan Langsung Ilmu Baru yang diperoleh pada saat Pelatihan.

gikuti kegiatan ini dengan seksama sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam menghasilkan kain tenun yang berkualitas. Semoga pelatihan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar sebagaimana yang kita harapkan bersama,” harap Haji Husni.

“Merupakan kebahagiaan bagi saya, dapat bersilaturrahim dan bertatap muka dengan sahabat sekalian peserta kegiatan pelatihan menenun. Melalui kesempatan yang baik ini, perkenankan kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus disertai ucapan selamat datang kepada bapak dan ibu dari Kementerian Perindustrian RI yang telah berkenan hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses serta dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga pariwisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (LI)

 

Pewarta: Lukmanul Hakim

Penyunting: Agus Apriyanto

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com