Home Industry News Dukungan BBPOM Mataram Pada Produk UMKM NTB

Dukungan BBPOM Mataram Pada Produk UMKM NTB

0
SHARE
Dukungan BBPOM Mataram Pada UMKM NTB
Kepala BBPOM Mataram Drs. Zulkifli, Apt.

Mataram, LombokInsider.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram memiliki tugas untuk menyelenggarakan pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkait hal ini, Kepala BBPOM Mataram Drs. Zulkifli, Apt, menjelaskan bahwa pihaknya telah banyak mendukung produk-produk UMKM NTB untuk memperoleh ijin.

“Sejauh ini, kami telah mengawasi proses produksi empat jenis produk pangan olahan unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipasarkan dalam bentuk kemasan sehingga benar-benar steril dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya di Mataram, Kamis (18/2/21), pada acara Media Gathering yang berjudul “Membangun Sinergitas antara BBPOM Mataram dan Media dalam Peningkatan Pengawasan Obat dan Makanan”.

Empat jenis produk olahan pangan unggulan yang akan dipasarkan dalam bentuk kemasan, antara lain, Ayam Rarang, Ayam Taliwang, Sate Pusut dan Sate Rembiga.

“Nah, disinilah dukungan dan fungsi BBPOM dalam memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah,” katanya.

Baca juga:  Kerjasama, BBPOM Mataram dan Polda NTB Sita Ribuan Obat Ilegal

Sejauh ini, keempat jenis produk pangan olahan khas NTB ini masih dipasarkan tanpa kemasan khusus atau masih dalam bentuk siap santap di tempat saja.

Menurutnya, keempat produk yang akan dikemas tersebut masuk dalam kategori pangan olahan resiko tinggi dan harus melalui pemeriksaan dan pengawasan ketat.

Pengawalan proses produksi dan pengemasan dilakukan mulai dari pembangunan sarana pabriknya, terutama dari sisi penataan hingga cara pengemasan produk yang tidak boleh sembarangan.

“Tim kami melakukan pengawalan dengan turun langsung ke masing-masing lokasi pembuatan untuk melakukan pemeriksaan. Setelah semuanya memenuhi persyaratan, maka izin edar akan diterbitkan,” jelasnya.

Selain empat produk olahan pangan diatas, BBPOM Mataram juga sudah membantu lima produk garam lokal untuk mendapatkan ijin POM dan SNI. Demikian halnya dengan obat-obat tardisional, seperti Minyak Kayu Putih, Cengkeh dan Sumbawa.

Namun, kata Zulkifli, sebelum memperoleh izin edar dari BBPOM Mataram, pelaku usaha juga harus mengurus nomor induk berusaha (NIB) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pada sistem OSS yang diurus di pemerintah kabupaten/kota.

“Salah satu yang sangat diperhatikan oleh konsumen adalah izin dari BPOM dan kami siap memfasilitasi UMKM NTB untuk itu,” pungkasnya. (LI/aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.