Home Industry News Deddy Rahmat: Industrialisasi NTB, Jalan Panjang Menuju NTB Gemilang

Deddy Rahmat: Industrialisasi NTB, Jalan Panjang Menuju NTB Gemilang

0
SHARE
Deddy Rahmat: Industrialisasi NTB, Jalan Panjang Menuju NTB Gemilang
Deddy Rahmat, Staf Perencana Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Penulis adalah Staf Perencana Dinas Perindustrian Provinsi NTB

Mataram, LombokInsider.com – Sebelum Menulis lebih jauh, penulis harus menyampaikan bahwa penulis tidak memilih Bang Zul dan Umi Rohmi dalam Pilkada NTB 2019 yang lalu. Tapi, karena beliau berdua telah terpilih dalam sebuah proses demokrasi yang sah, maka suka tidak suka, mereka berdua adalah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi NTB Tahun 2019-2023.

Jadi, tulisan ini diniatkan bukan ingin membangun fanatisme semu terhadap kebijakan beliau berdua, hanya sebuah perspektif pribadi dari penulis bahwa industrialisasi NTB memang (belum) gagal.

Menyambut 2021, kita banyak disibukkan dengan linimasa pemberitaan di media mainstream dan di media sosial bahwa seolah-olah industrialisasi NTB yang menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Bang Zul-Umi Rohmi seolah-olah belum memiliki road map yang jelas.

Beberapa tulisan dari beberapa tokoh NTB pun menggiring persepsi publik untuk terus memberikan gempuran bahwa industrialisasi NTB ini belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Baiklah, mari kita anggap itu sebagai perspektif personal dari kecintaan para tokoh ini terhadap NTB yang sama-sama kita cintai ini.

Baca juga:  Pembukaan Pameran UMKM di Jakarta, Srikandi NTB Tampil Memukau Mainkan Gamelan

Bahkan, sebuah media nasional memuat sebuah headline bahwa industrialisasi NTB belum memiliki road map yang jelas. Mengambil pisau analisis sepeda listrik dan teh kelor menjadikan Bang Zul dan Umi Rohmi sebagai sasaran tembak bahwa industrialisasi NTB seolah-olah adalah mimpi dan gimmick belaka. Bahkan, dari kalangan legislatif pun memberikan reaksi dengan mengajukan hal interpelasi dengan titik berat pada pencapaian industrialisasi NTB sebagai pisau bedahnya.

Sekali lagi, ini adalah bukti bahwa diskusi tentang industrialisasi NTB telah menjadi bagian dari kehidupan kita, bukti bahwa kita mencintai NTB, walaupun kadang harus menelan pil pahit sebagai konsekuensi dari rasa cinta untuk NTB.

Mungkin kiranya, terlalu dini jika kita melihat bahwa industrialisasi NTB sebagaimana dicanangkan oleh Bang Zul dan Umi Rohmi sebagai sebuah produk gagal. Dalam 24 bulan kepemimpinan beliau berdua, banyak hal yang jelas harus dilakukan.

Memulai rancang bangun industrialisasi jelas adalah prioritas, di tengah rehabilitasi dan rekonstruksi Gempa Lombok 2018 tentu saja. Berat, tentu saja, namun sebagai Kepala Daerah Terpilih Periode 2019-2023, mereka berdua telah mengambil langkah pertama dari jalan panjang 5 tahun yang akan mereka lalui.

Baca juga:  Antisipasi La Nina, Lobar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana

Langkah pertama dengan menginisiasi penyusunan Perda Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTB, sebuah rancang bangun untuk visi industrialisasi NTB selama 20 tahun kedepan. Alhamdulilah, Rancangan Perda ini telah masuk ke dalam Badan Legislasi Daerah dan akan telah diundangkan di awal 2021 ini.

Jika ingin membedah rancang bangun industrialisasi NTB, mari berdiskusi dengan mengambil Ranperda ini sebagai pisau bedahnya, semoga perspektif kita akan lebih bisa memahami visi industrialisasi NTB secara lebih komprehensif dan terencana. Semoga.

Dalam banyak kesempatan, seperti yang sering disampaikan, Bang Zul menyampaikan bahwa industrialisasi NTB tidak dilakukan dengan membangun pabrik-pabrik besar, namun lebih kepada mekanisme untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di NTB. Menggunakan mesin dan alat mekanis lainnya, untuk mendorong standarisasi hasil dan kuantitas produksi dalam jumlah massal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.