Home General News ZJSU, Universitas Terbaik Jurusan Bisnis Bagi Program Beasiswa NTB di Zhejiang, Tiongkok

ZJSU, Universitas Terbaik Jurusan Bisnis Bagi Program Beasiswa NTB di Zhejiang, Tiongkok

252
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Lawatan Kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke kampus pertama di Tiongkok adalah Zhejiang Gongshang University (ZJSU) di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang. Kampus bisnis tertua dalam sejarah Tiongkok modern ini, menempati peringkat pertama untuk jurusan ekonomi dan keuangan di Zhejiang dan ke-7 di Tiongkok.

ZJSU juga menjadi kampus terbesar yang mendukung
perkembangan bisnis e-commerce di Tiongkok, terutama karena keberadaan markas
pusat raksasa e-commerce Alibaba milik Jack Ma di Hangzhou.

Pembangunan Hangzhou menjadi kota bisnis sekaligus destinasi
wisata, menarik minat Gubernur Zul untuk menjajaki kerja sama dengan kampus
Zhejiang. Terutama untuk tujuan program beasiswa pendidikan 1000 sarjana NTB di
luar negeri.

“Saya sangat suka kota Hangzhou yang dengan segala kecepatan
pembangunannya, tapi tetap cantik, sejuk dan mempertahankan segala tradisi juga
seni budayanya. Saya ingin mengirim mahasiswa NTB ke Zhejiang University untuk
tidak hanya belajar bisnis, khususnya e-commerce yang bakal terus bersinar di
masa depan. Namun juga bisa belajar bagaimana membangun sebuah kawasan secara
komprehensif, baik fisik maupun nonfisik secara bersamaan. Sehingga istilahnya,
maju dan modern kotanya, selalu bahagia warganya,” ucap Gubernur Zul dalam
pidato pembukaannya di depan Rektor Universitas Zhejiang Gongshang, Prof. Chen
Shoucan dan jajarannya, di Gedung Administratif Xiasha Hangzhou, Kamis (24/10)
waktu setempat.

Jika Provinsi NTB bisa mengirimkan banyak mahasiswa ke ZJSU,
lanjut Gubernur Zul, maka selain belajar di kampus, mereka juga bisa menyerap
ilmu para birokrat dan teknokrat di provinsi Zhejiang dalam membangun sebuah
kota yang maju dan modern, tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal
daerahnya.

Bagi Rektor ZJSU, Prof. Chen Shoucan, kedatangan rombongan
Gubernur NTB merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi ada ratusan mahasiswa
Indonesia yang belajar beragam jurusan di ZJSU. Dia berharap akan lebih banyak
lagi mahasiswa asal Indonesia yang datang dan mengenyam pendidikan di ZJSU.
Kebutuhan kredibilitas tingkat internasional, mendorong ZJSU juga harus
memperbanyak program serta keberadaan siswa intenasional.

“Kami sangat senang dan bangga mendapat kunjungan dari Bapak
Gubernur NTB dan rombongan. Apalagi ketika mengetahui bahwa ZJSU menjadi tujuan
untuk kerja sama bidang pendidikan. Termasuk beasiswa maupun pertukaran belajar
mengajar. Dan sampai saat ini, tercatat ada lebih dari 100 mahasiswa Indonesia
yang kuliah di sini, mengambil gelar S1 dan S2 berbagai jurusan. Semakin banyak
siswa Indonesia belajar di sini, maka akan sangat menguntungkan bagi kedua
pihak,” ungkap Prof. Chen.

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Lalu Husni dan
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi,
menyatakan sangat tertarik untuk membangun kerjasama dengan Zhejiang
University. Sejumlah jurusan seperti pariwisata, perencanaan kota dan pedesaan,
teknologi pangan dan bioteknologi menjadi daya tarik bagi dua pimpinan kampus
negeri di NTB itu.

“Kami punya jurusan pariwisata dan yang terbaru Arsitektur,
yang kami yakini bisa diperdalam lagi di ZJSU ini. Apalagi ketika kami
mendengar dari Wakil Gubernur Zhejiang sebelum ke kampus ini, bahwa Hangzhou
sebagai sebuah kota mampu menarik 140 juta pengunjung setiap tahunnya, apalagi
Zhejiang sebagai provinsi yang dikunjungi 700 juta wisatawan dan pebisnis per
tahunnya. Tentu banyak sekali yang bisa dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswi
kami di bidang turisme dan tata kota yang ingin melanjutkan kuliahnya di
tingkat magister maupun doktoral,” ujar prof. Lalu Husni.

Sementara Rektor UIN Mataram menyatakan tertarik dengan
keunggulan ZJSU di bidang ekonomi dan bisnis. Menurutnya, UIN Mataram memiliki
jurusan yang sangat relevan dengan jurusan utama kampus yang berdiri sejak 1911
itu.

“UIN Mataram punya jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam. Dengan
perkembangan dan kelebihan ZJSU di bidang ekonomi bisnis, maka saya sangat
berminat untuk mengirimkan pelajar atau dosen untuk mendalami ilmu di bidang
ekonomi bisnis itu. Mungkin memang ada sedikit perbedaan antara ekonomi bisnis
umum dengan program yang kami sebut ekonomi bisnis syariah itu. Namun saya
percaya pada dasarnya, kolaborasi dua “aliran” itu bisa dilakukan tanpa harus
merusak pondasi ilmu masing-masing,” papar Prof. Mutawali.

Dalam pertemuan itu, turut hadir 11 orang perwakilan
mahasiswa S1 dan S2 yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Salah satunya
adalah Agnes, mahasiswi S2 jurusan bisnis yang berasal dari Surabaya Jawa
Timur. Menurutnya, enak nyaman dan murah menjadi salah satu alasannya kuliah di
ZJSU.

“Di sini masih bisa dibilang terjangkau, bahkan ada beberapa
yang lebih murah dibandingkan di Surabaya. Misalnya soal transportasi dan
makanan. Dengan bujet Rp 2,5 – 3 juta/ bulan, sudah bisa tenang untuk
konsentrasi belajar,” cerita Agnes.

Lain lagi kisah Hency, mahasiswi S2 ekonomi bisnis asal
Pekalongan Jawa Tengah. Bagi dia yang tidak bisa berbahasa Mandarin, tidak jadi
persoalan karena jurusan yang diambilnya diselenggarakan dalam bahasa Inggris.

“Saya sebelum masuk ZJSU tidak bisa berbahasa Mandarin,
sementara banyak orang bilang harus bisa bahasa Mandarin kalau mau kuliah di
Tiongkok. Ternyata jurusan saya karena termasuk program internasional, jadi
pengantarnya dengan bahasa Inggris. Tapi pada akhirnya memang belajar bahasa
Mandarin menjadi salah satu nilai tambah ke depannya ketika realitasnya,
Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia ke depannya,” terang
Hency.

Sementara Lucinda mahasiswi jurusan e-commerce bussiness
asal Jakarta bercerita, bahwa kelebihan kampus ZJSU adalah bisa menjamin
mahasiswanya belajar di tataran teori dan praktik sekaligus.

“Saya bisa bilang bahwa ZJSU cukup sigap dalam menjalin
kolaborasi dengan kalangan korporasi di sini, apalagi ketika bisnis e-commerce
sekarang menjamur di Hangzhou berkat Alibaba dan banyak perusahaan rintisan
(startup) lainnya di provinsi Zhejiang ini. Saya bisa belajar teorinya,
sekaligus bersamaan melakukan magang untuk mempraktikan ilmu itu di
perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang pesat di sini. Apalagi progam
internship di perusahaan sini itu dibayar cukup besar,” ujar Lucinda.

Menyambut tawaran kerja sama bidang pendidikan dari Provinsi
NTB, mendorong Rektor ZJSU dan jajarannya berencana segera mengadakan kunjungan
balasan ke NTB. Pembicaraan intens dan dilanjutkan penandatanganan kerja sama
bidang pendidikan, bisa disegerakan ketika pihak rektorat ZJSU melihat langsung
bagaimana kondisi dan situasi di NTB beserta kampus-kampusnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.