Home General News Waspada Obesitas, Data WHO Pengidapnya Terus Bertambah

Waspada Obesitas, Data WHO Pengidapnya Terus Bertambah

0
SHARE
Waspada Obesitas, Data WHO Pengidapnya Terus Bertambah
Ilustrasi (obeistas).

Mataram, LombokInsider.com – Obesitas adalah kondisi yang menunjukkan penumpukan lemak berlebih dalam tubuh dengan indeks massa tubuh lebih dari 30. Sedangkan, kelebihan berat badan lebih tepat jika diartikan sebagai kondisi kegemukan (overweight) dengan indeks massa tubuh berkisar 25 – 30.

Dari WHO, Pengidap Obesitas di Dunia Terus Bertambah

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah pengidap obesitas di dunia mencapai 650 juta, sementara anak dan remaja berusia 5–19 tahun yang mengalami kegemukan sebanyak 340 juta.

Data Riset Kesehatan Nasional 2016 juga menunjukkan bahwa sebanyak 20,7 persen penduduk dewasa Indonesia mengalami kegemukan. Angka ini meningkat dibandingkan 2013 yang hanya berjumlah 15,4 persen.

Kondisi ini menempatkan Indonesia ke dalam 10 besar negara dengan jumlah pengidap obesitas terbanyak di dunia, seperti yang disebutkan dalam jurnal Lancet 2014.

Dikutip dari https://www.halodoc.com, bertambahnya pengidap obesitas disebabkan oleh banyak faktor. Antara lain kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori, rendahnya aktivitas fisik, faktor keturunan, efek samping obat – obatan, kehamilan, kurang tidur, pertambahan usia, dan masalah kesehatan tertentu (seperti sindrom Cushing dan hipertiroidisme).

Obesitas pada Remaja, Rentan Alami Masalah Mental

Obesitas berdampak negatif pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ibu hamil yang mengidap obesitas berisiko mengidap kencing manis, hipertensi, preeklamsia, bayi lahir prematur, bayi berukuran besar, kelainan bawaan pada janin, hingga keguguran.

Sedangkan pada anak – anak dan remaja, obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung, prediabetes, gangguan tulang, nyeri sendi dan tulang dan menurunkan rasa percaya diri.

Orang bertubuh besar sering diperlakukan tidak baik, atau dikenal fenomena fatphobia, sizeism, atau diskriminasi terhadap ukuran.

Baca juga:  Anda Wanita Umur 45-55, Kenali Gejala Menopause Ini

Hal ini tidak boleh dibiarkan karena termasuk body shaming dan berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang, termasuk menurunkan rasa percaya diri dan menyebabkan masalah mental (seperti depresi, kecemasan dan gangguan stres pascatrauma).

Pada beberapa kasus, pengidap obesitas rentan mengalami anoreksia dan bulimia, gangguan pola makan yang membuat pengidapnya kehilangan nafsu makan demi bertubuh kurus.

Masalah mental yang dialami pengidap obesitas perlu mendapatkan penanganan psikolog atau psikiater. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.