Home General News Waspada Bermedsos, Virtual Police Resmi Beroperasi

Waspada Bermedsos, Virtual Police Resmi Beroperasi

0
SHARE
Waspada Bermedsos, Virtual Police Resmi Beroperasi
Media Sosial sudah menjadi bagian sehari-hari manusia modern (foto: Pixabay)

Mataram, LombokInsider.com – Selain Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang sudah diresmikan terlebih dahulu. Saat ini, Virtual Police juga sudah resmi beroperasi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosialnya.

Dalam konferensi Pers (24/2/21), Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan, bahwa Virtual Police merupakan kegiatan dari kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menyampaikan pendapatnya secara tepat.

“Virtual Police adalah kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat apabila masyarakat menyampaikan opini yang bersifat melanggar tindak pidana,” ujarnya.

Melalui kegiatan Virtual Police, pihak kepolisian akan menguhubungi pemilik konten atau tulisan yang melanggar pidana dengan memberikan peringatan agar melakukan perbaikan  sehingga tidak berlanjut ke proses hukum.

Contohnya, “Virtual Police Alert Peringatan I, Konten Twitter anda yang diunggah pada 22 Februari 2021 pukul 13.13 WIB berpotensi  pidana ujaran kebencian. Guna menghindari proses hukum lebih lanjut, dihimbau untuk segera melakukan koreksi pada konten setelah pesan ini anda terima. Salam Presisi,” jelasnya.

Baca juga:  Bus Titian Mas Terbalik, Satu Penumpang Meninggal di Tempat

Lebih lanjut Ia menegaskan, peringatan tersebut bahkan akan sampai meskipun akun tersebut tidak jelas atau anonim.

“Kalau misal itu akun anonim, secara teknis kami enggak bisa sampaikan. Tapi pasti sampai disana,” kata Argo kepada wartawan, Kamis (25/2).

Sementara itu wakil ketua DPR RI Azis Syamsuddin menilai, kehadiran Virtual Police tersebut dapat  menjaga keamanan dan ketertiban di dunia maya.

Namun demikian, Ia mengingatkan agar Polri tetap memperhatikan hak-hak masyarakat dalam menyuarakan pendapatnya.

“Jangan sampai kebebasan berpendapat nantinya dibatasi, karena sudah dijamin oleh undang-undang,” kata Aziz, Kamis (25/2/21).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.