Home General News Wakil Gubernur Minta Penanganan Gizi Buruk Berbasis Desa

Wakil Gubernur Minta Penanganan Gizi Buruk Berbasis Desa

0
SHARE
penanangan gizi buruk berbasis desa
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta penanganan gizi buruk ini dilakukan berbasis desa. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur pada acara workshop konsultasi PGBT tingkat provinsi di Hotel Aston Inn Mataram, Senin 26 Oktober 2020.

Mataram, LombokInsider.com – Gizi Buruk menjadi salah satu permasalahan kesehatan di NTB. Hal ini pun menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta penanganan gizi buruk ini dilakukan berbasis desa.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur pada acara workshop konsultasi PGBT tingkat provinsi di Hotel Aston Inn Mataram, Senin 26 Oktober 2020.

“Kalau semua program-program ini terintegrasi dengan baik, dan desa terlibat di situ untuk memberikan kontribusinya terhadap program kita ini dengan tepat. InsyaAllah semua program kita kalau kita libatkan sampai tingkat desa, itu akan memberikan efek yang dahsyat,” jelas Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Workshop yang memiliki tema Keberlanjutan Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) dengan dukungan lintas sektor ini dihajatkan untuk menekan angka gizi buruk dan stunting di NTB. Salah satu indikator yang harus dilakukan adalah pendataan secara real agar pemerintah dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan permasalahan yang ada.

“Untuk mengetahui bahwa benar-benar suatu daerah itu bermasalah, kan butuh pendataan yang akurat,” terang Umi Rohmi dalam workshop yang digelar oleh pemerintah daerah bersama Unicef dan Sobat NTB ini.

Baca juga:  TGB Bicara Pariwisata Halal di Acara Dies Natalis ke-5 Poltekpar Lombok

Keterlibatan desa lanjutnya, dalam hal pendataan sangat penting karena Pemerintah Desa memiliki data yang akurat dan mengetahui kondisi desanya masing-masing.

Disamping itu, Umi Rohmi juga mewanti-wanti agar program ini tidak dilakukan oleh masing-masing instansi atau lembaga lain yang terlibat dalam penanganan gizi buruk ini tanpa koordinasi yang baik. Karena hal tersebut dapat mendatangkan hasil yang tidak maksimal sesuai dengan harapan bersama.

Baca juga:

Kunjungi RSUD Asy-Syifa KSB, Wagub Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Setelah Mataram dan Lotim, ICSB NTB Tebar Virus Kewirausahaan di Sumbawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.