Home General News Tidak Hanya Beasiswa, Pemprov NTB dan Dubes Rusia Bahas Berbagai Peluang Kerjasama

Tidak Hanya Beasiswa, Pemprov NTB dan Dubes Rusia Bahas Berbagai Peluang Kerjasama

105
0
SHARE

Jakarta, LombokInsider.com – Rombongan Tim Beasiswa Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB
bersama Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Istri Gubernur NTB,
yang ikut sebagai pendamping dalam kunjungan, bertemu dengan Duta Besar Rusia
untuk Indonesia, YM Lyudmila Georgievna Vorobieva, beserta jajarannya di Wisma
Kedubes Rusia, Jl. Karet Pedurenan 1 Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Dalam brunch meeting tersebut, LPP NTB dan Hj. Niken dalam
kapasitasnya sebagai ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda NTB, juga turut serta mendiskusikan
beragam potensi kerja sama antara Provinsi NTB dengan Rusia. Mulai dari kerja
sama di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga peluang kerjasama kota kembar
(sister city).

“Kami saat ini punya program beasiswa pendidikan anak-anak
NTB, ke banyak negara di dunia. Kami sudah mengirimkan 237 mahasiswa-mahasiswi
S1 hingga S3 ke sejumlah negara seperti Polandia, Cina dan Malaysia per
September ini. Dan akan terus menyusul lebih banyak kedepannya. Oleh karenanya
dari pertemuan ini, saya pikir sebuah peluang besar untuk bisa menjajaki
potensi beasiswa ke Rusia,” ujar Hj. Niken, mengawali perbincangan dengan
Dubes Rusia.

Menurut Hj. Niken, kuantitas dan kualitas universitas di
Rusia yang tinggi, menjadi alasan mengapa tim beasiswa LPP NTB tertarik untuk
mengirim anak-anak NTB, ke negeri Beruang Putih itu.

“Banyaknya kampus berkualitas di Rusia dikenal telah
melahirkan inventor-inventor di berbagai bidang teknologi kelas dunia, menjadi
daya tarik bagi kami. Selain itu juga terkait disiplin ilmu pertanian dan
kebudayaan yang cukup maju dan bagus di sejumlah kampus ternama di Rusia,
membuat kami semakin yakin untuk membuka jalan kerjasama di banyak bidang,
selain pendidikan,” terang Hj. Niken.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, YM Lyudmila mengaku merasa
tersanjung, bahwa rombongan dari Provinsi NTB tahu begitu banyak soal Rusia,
terutama terkait pendidikan, pertanian dan kebudayaannya. “Saya merasa terkejut
sekaligus tersanjung bahwa Rusia begitu dikenal di NTB, terutama di bidang
pendidikan”, katanya.

Lyudmila mengatakan, memang banyak universitas di Rusia yang
menerima mahasiswa-mahasiswi dari berbagai negara lain, termasuk dari Asia.
Contohnya pelajar dari Malaysia ada sekitar tiga ribu orang yang sedang
belajar, di berbagai kampus di Rusia, berbasis skema komersial.

Sementara untuk Indonesia, sejauh ini, terdapat kuota
sekitar 100 mahasiswa berbasis beasiswa yang belajar di Rusia. “Dalam konteks
program beasiswa NTB, peluang dan kesempatan untuk NTB sangat terbuka lebar,”
ujar Dubes Lyudmila.

Bahkan, tambah Dubes Lyudmila, kerja sama tidak hanya
terbatas mengirimkan mahasiswa NTB belajar di Rusia. Bisa saja melalui
pertukaran belajar mengajar antara pelajar, dosen, hingga profesor Rusia dan
NTB, maupun kerja sama bidang penelitian antar kampus. Potensi kerjasama di
multisektor mulai dari bidang akademik, kebudayaan hingga pertanian.

“Bahkan ada mahasiswa-mahasiswi dari Kuba yang belajar
pertanian di banyak kampus di Rusia. Dari sana, potensi pertukaran kebudayaan
pun terjadi sehingga turunan dari bidang pendidikan begitu banyak.
Kesempatan-kesempatan seperti itu sangat realistis untuk kita buka juga dengan
NTB. Tidak ada yang tak mungkin,” kata Glinkin Vitaly, Counsellor Kedubes Rusia
sekaligus Direktur Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta yang juga hadir
dalam pertemuan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti
N.A.S mengatakan, dari pertemuan awal itu akan ditindaklanjuti secepatnya. LPP
NTB akan segera berkoordinasi dengan Pusat Ilmu dan Kebudayaan Rusia di Jakarta,
untuk menentukan mekanisme kerja sama dan juga seleksi kampus-kampus di Rusia,
yang memiliki potensi menjadi tujuan belajar para penerima beasiswa NTB.

“Kami berharap melalui sistem, skema dan mekanisme yang
tepat, resmi dan ideal dapat segera merealisasikan peluang kerjasama ini
secepat mungkin. Ibu Dubes Rusia dan jajarannya sangat terbuka terhadap niat
dan rencana kami. Kampus-kampus di Rusia pun juga banyak yang menyediakan kuota
beasiswa untuk pelajar asing, sebagaimana disebutkan tadi. Apalagi biaya hidup
di Rusia termasuk relatif terjangkau. Kami optimis akan segera ada pelajar NTB
yang kuliah mengambil tingkat S1 hingga Doktoral (S3) di Rusia,” terang Sri Hastuti.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini sudah ada 89
mahasiswa-mahasiswi NTB yang berburu gelar S1 hingga S3 di Polandia dan Cina.
Per September 2019, akan bertambah lagi 148 anak-anak muda NTB yang belajar di
18 kampus Malaysia. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.