Home General News Terjadinya Insiden Medali Lombok Marathon, Pemprov dan KONI NTB Minta Maaf

Terjadinya Insiden Medali Lombok Marathon, Pemprov dan KONI NTB Minta Maaf

0
SHARE
INSIDEN. Klarifikasi dan Permohonan Maaf atas Insiden Medali pada Lomba Lari Lombok Marathon, Mataram, Senin (29/1).

Mataram, LombokInsider.com – Sebagai wujud tanggungjawab moril atas insiden pelaksanaan Lombok Marathon 2017, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB meminta maaf kepada seluruh peserta lomba dan masyarakat.

“Saya mewakili Pemerintah NTB, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta lomba dan masyarakat. Kejadian kemarin diluar skenario kami, sama sekali tidak ada kesengajaan, masalahnya hanya keterlambatan kedatangan medali,” kata Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal, kepada media, Senin (29/1).

“Sama sekali tidak ada niat kami untuk melakukan hal yang kurang berkenan. Ini murni karena keterlambatan datangnya medali,” ujarnya. Menurut Kadispar, dari kesepakatan dengan KONI, Dispar mendapat tugas non teknis, seperti branding, publikasi, persiapan venue dari start hingga finish, serta hiburan kesenian dan budaya.

“Dari segi pelaksanaan, sebelum terjadi insiden, secara kualitas Lombok Marathon cukup baik. Pastinya kami akan evaluasi lagi untuk pelakasanaan berikutnya, karena dampak multiplier positif dari sport tourism cukup besar,” ungkap Faozal.

Baca juga:  Lombok Marathon 2016, Hadiah Terindah pada HUT NTB ke-58

Senada dengan Kadispar NTB, Andy Hadianto sebagai Ketua KONI sekaligus ketua panitia pelaksana juga meminta maaf atas ketidaknyamanan atas insiden tersebut.

“Atas insiden keterlambatan datangnya medali kami menyampaikan permohonan maaf. Kami siap menyelesaikan segala bentuk komplain dari peserta hingga masalah ini benar-benar clear,” ujar Ketua KONI NTB ini.

“Perlu saya klarifikasi bahwa hanya 1.300 peserta yang berbayar, 2.700 sisanya gratis. Yang gratis ini peserta dari siswa SMA se-kota Mataram, TNI dan Polri, untuk meramaikan,” jelas Andi. Menurutnya andai saja para peserta sedikit bersabar dan mau tertib mungkin hal ini tidak perlu terjadi.

“Kami siapkan 2000 medali, untuk 500 finisher pertama disetiap kategori, 5K, 10K, half dan full marathon. Jadi dari jumlah peserta yang berbayar, masih ada lebih 700 medali dan sejak start sudah saya umumkan bahwa yang memperoleh medali hanya 500 finisher pertama sesuai dengan cut off time yang telah ditentukan,” lanjutnya.

“Even ini kita laksanakan karena potensi sport tourism Lombok-Sumbawa sangat bagus. Juga multiplier efeknya sangat baik untuk pergerakan perekonomian, hotel, kuliner, toko oleh-oleh dan lainnya itu yang menjadi fokus kami. Bukan untuk cari untung, KONI dan Dispar bukan lembaga profit, yang ada malah tekor,” tegas Andi.

Baca juga:  Lombok Marathon Diikuti 3000 Peserta dari 16 Negara, Total Hadiah Rp500 Juta

Terkait insiden ini, kedepannya Ketua KONI dan Kadispar NTB memastikan akan lebih selektif lagi dalam memilih Event Organizer (EO), karena EO dari Dunia Lari tahun ini sangat mengecewakan dan merugikan nama NTB sebagai tempat terbaik penyelenggaraan sport tourism di Indonesia. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.