Home General News Silaturrahim dengan FPK, Gubernur NTB: FPK Jadi Informasi dan Konsultasi Lintas Etnis

Silaturrahim dengan FPK, Gubernur NTB: FPK Jadi Informasi dan Konsultasi Lintas Etnis

88
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima para anggota Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) di ruang kerjanya, Jumat (13/9). Dalam agenda
bernuansa silaturrahim tersebut, Gubernur mengaku senang dan menyambut baik
kedatangan FPK ini. Menurut Gubernur, FPK ini hadir sebagai penjaga persatuan
di NTB.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini berharap, FPK bisa
menjadi tempat informasi dan konsultasi lintas etnis di tengah masyarakat. Hal
ini menurutnya penting untuk menumbuhkan dan memelihara rasa kebersamaan dalam
pembauran kebangsaan.

“Forum ini saya kira bukan hanya pakaiannya yang beragam.
Tapi saya yakin hati kita juga beragam. FPK ini harus bisa saling memahami dan
mengerti perasaan satu sama lain,” ungkap gubernur.

Kehadiran sekitar 10 pengurus FPK yang lengkap dengan
pakaian etnis masing-masing ini dipimpin langsung Ketuanya, Ali Ahmad. Turut
mendampingi kunjungan tersebut, Kabinda NTB, Tarwo Koesnarno dan Kepala Dinas
Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i.

Terpisah, Ketua Umum FPK, Ali Ahmad mengaku senang sekali
bisa bersilaturrahim bersama Gubernur NTB.

Ali Ahmad, yang sekaligus mewakili etnis mbojo mengatakan
bahwa silaturahmi ini merupakan salah satu dari hasil rekomendasi rapat
koordinasi FPK NTB.

“Alhamdulillah semua suku maupun etnis yang tergabung dalam
FPK ini, bisa bersilaturahim langsung bersama Gubernur NTB,” ungkapnya

Adapun suku-suku dan etnis yang hadir dalam silaturrahim
tersebut seperti suku Sasak, Samawa, Mbojo, Betawi, Tionghoa, dan berbagai
etnis lain yang ada di Indonesia.

“Semua suku 
yang tergabung dalam FPK ini, harapan kami sama, yaitu menghadirkan
pembauran dan keharmonisan di daerah kita NTB,” tutupnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.