Home General News Siap Mendukung, Akademisi dan Tokoh Agama Apresiasi Kepemimpinan Zul-Rohmi

Siap Mendukung, Akademisi dan Tokoh Agama Apresiasi Kepemimpinan Zul-Rohmi

0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Program pengiriman para pemuda dan pemudi NTB untuk belajar di luar
negeri menuai apresiasi dan dukungan dari kalangan akademisi dan organisasi
keagamaan. Dosen UIN Mataram, Dr. Dedy Wahyudin, LC, MH menegaskan, kebijakan
ini akan dirasakan manfaatnya di masa yang akan datang.

“Pemaknaan NTB Gemilang itu sangat sinkron dilakukan oleh
Gubernur dengan menyiapkan pemimpin masa depan melalui beasiswa ke luar negeri.
Mungkin 20 atau 30 tahun lagi, baru bisa kita rasakan ketika mereka balik ke
sini,” katanya di Mataram, Kamis (19/9).

Selain itu, catatan lain yang disampaikan Dedy adalah
terkait pentingnya terus membangun komunikasi antarelemen masyarakat. Menurutnya,
dukungan berbagai unsur di masyarakat akan sangat penting bagi kesuksesan visi
NTB Gemilang.

“Yang tadi disampaikan sudah tidak ada lagi preferensi
kelompok organisasi dan seterusnya. Mudahan bisa diwujudkan sehingga gerakan
ini bisa disampaikan dengan bahasa yang sama, terutama oleh para tokoh, tuan
guru kita, di pengajian, khotbah, ceramah. Sehingga visi dan misi turunan dari
NTB Gemilang bisa dirasakan dan jadi gerakan dan hidup di hati setiap masyarakat
NTB ini terutama di Lombok,” ujarnya.

Baca juga:  Hafiz Cilik Naja, Menjadi Inspirasi dan Motivasi dalam Pendidikan Anak

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB, Prof.
Saiful Muslim juga mengapresiasi terobosan Zul-Rohmi memberikan beasiswa
belajar ke luar negeri. “Bapak Gubernur sudah siapkan calon pemimpin masa
depan NTB. Sehingga kita tidak capek-capek mencari pemimpin yang berkualitas ke
depannya,” ujarnya.

Selain itu, program Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga menurutnya
adalah terobosan yang patut diapresiasi. Melalui program ini, pemimpin NTB
memberikan ruang kepada masyarakat secara langsung untuk menyampaikan aspirasinya.
Karena hal itu merupakan tradisi baru yang belum pernah dilakukan oleh
pemerintah sebelumnya.

“Saya sangat apresiasi, yang telah menyiapkan waktu
satu hari dalam sepekan kepada masyarakat untuk bertemu langsung dengan
Gubernur dan Wagub-nya,” sebutnya.

Menurut Ketua PHDI NTB, I Gede Mandra, setiap pemimpin
senantiasa meninggalkan jejek pembangunan yang sifatnya monumental. Ia
mencontohkan, mulai pemerintahan Gubernur NTB era Gatot Suherman dengan program
Gogo Rancah-nya. Kemudian dilanjutkan dengan pemerintahan Gubernur Serinata
yang membangun perusahaan Gerbang NTB Emas, dan Gubernur, Dr.TGH. M. Zainul
Majdi yang meninggalkan jejak pembangunan yang monumental yakni Islamic Center.

Baca juga:  Bangkitkan Perekonomian Masyarakat, ITDC Dukung Even Festival Pesona Bau Nyale 2019

‘’Tanpa maksud kami mau membandingan gubernur yang satu
dengan yang lain, tapi setiap gubernur selalu memunculkan program
monumentalnya. Nah saya juga yakin pasangan duet Zul-Rohmi ini akan memiliki
program monumental yang bisa dikenang oleh masyarakat NTB. Sehingga NTB
Gemilang saya harapkan tidak hanya sekadar slogan, tetapi itu nyata,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Matakin NTB, S. Widjanarko menyampaikan
catatannya bahwa pihaknya lebih banyak ikut serta dalam mendukung program
pemerintahan Zul-Rohmi yakni NTB Gemilang, lebih pada hal-hal yang sifatnya
praktis dan langsung menyentuh masyarakat.

“Jadi kami dari Matakin lebih praktis saja dalam berbuat
untuk membantu program pemerintah. Selain bergerak ikut membantu pemerintah
dalam penanganan bencana gempa bumi, kami juga melakukan program donor darah,
dan berhasil kumpulkan sebanyak 869 kantong darah,” katanya singkat.

Sementara itu, Ketua Walubi, I Wayan Sianto, pada kesempatan
itu menyampaikan terkait dengan persoalan kehidupan keberagaman yang ada di
NTB, khususnya keberagaman agama.

Baca juga:  Waspada Obesitas, Data WHO Pengidapnya Terus Bertambah

“Kerukunan keberagaman itu perlu diciptakan.
Karena kalau kerukunan beragama itu tidak ada, pasti akan terjadi
ketidakamanan. Karena masalah agama itu sangat sensitif. Nah ini perlu
diperhatikan di kemudian hari. Kalau kami di tokoh agama sering ketemu, tapi di
masyarakat itu masih kurang, nah ini per

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.