Home General News Setahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Menuju NTB Gemilang, Fokus pada 6 Program Strategis

Setahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Menuju NTB Gemilang, Fokus pada 6 Program Strategis

47
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Tidak terasa setahun sudah berjalan masa kepemimpinan pasangan Gubernur
Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah, M.Sc dan Wakil Gubernur NTB,
Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Tepatnya sejak dilantik Presiden pada
19 September 2018 lalu.

Sejak saat itu, kedua orang pimpinan daerah ini telah
menetapkan program-program strategis yang dicanangkan NTB tahun 2019-2023
meliputi pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi, pengembangan daya
saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas serta aksebilitas
wilayah NTB dan NTB bersih dan berkelanjutan. Sehingga manfaatnya bisa
dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

“Kita harus punya strategic planning yang terukur untuk menyusun hal-hal yang dibutuhkan
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki daerah NTB, karena jika hal ini
berjalan dengan baik dan benar dapat mendorong peningkatan pendapatan NTB,”
jelas Gubernur saat memimpin rapat dengan agenda E-Kinerja dan Program
Strategis di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (17/9).

Pertama, pariwisata andalan dan strategis, dengan
pengembangan pulau-pulau kecil (gili) di Lombok dan Sumbawa, percepatan
pembangunan KEK Mandalika dengan sirkuit MotoGP, pengembangan Rinjani Unesco
Global Geopark dan Geopark Nasional Tambora. Selain itu Pemprov juga fokus pada
pengembangan wisata halal berkelas dunia dan pengembangan pariwisata berbasis
masyarakat, melalui desa wisata.

Kedua, industrialialisasi dengan pembangunan smelter dan
industri turunannya di Kabupaten Sumbawa Barat, industri pengolahan dan permesinan
yang dapat memberikan nilai tambah dan ekonomis yang lebih tinggi, dari sektor
pertanian, peternakan, lingkungan, kehutanan dan kelautan. Industri permesinan
dan STIP, STIP sebagai pusat inovasi industri permesinan dan inkubasi bisnis.
Pengembangan industri kawasan terpadu SAKOSA, yang meliputi pariwisata,
konektivitas dan energi, komoditas serta pembangunan manajemen.

Ketiga yakni pengembangan daya saing SDM, dengan cara
memberikan bantuan beasiswa S1,S2 dan S3 belajar ke luar negeri. Rumah Bahasa,
yang merupakan sebuah tempat terbuka untuk masyarakat dan tempat meningkatkan
kemampuan dan penguasaan bahasa asing khusunya Bahasa Inggris. 

Revitalisasi Posyandu, meningkatkan
strata posyandu secara bertahap menuju posyandu keluarga yang melayani semua anggota
keluarga dalam bentuk posyandu KIA,posyandu remaja,pos bindu dan posyandu
lansia, serta deteksi dini berbagai persoalan sosial sebagai ujung tombak
pelayanan masyarakat berbasis dusun dan juga revitalisasi SMK.

Keempat, NTB Ramah
Investasi, menjadikan Bandar Kayangan sebagai global hub, merupakan salah satu
dari sepuluh lokasi lintasan strategis dunia (UNCTAD,2009). Kawasan SAMOTA yang
terdiri dari potensi investasi sektor unggulan seperti; perikanan, pariwisata,
peternakan, perkebunan, pertanian dan industri pengolahan.

Kelima, Pengembangan konektivitas dan aksesibilitas, rencana
pembangunan jalan by pass dari Lembar-Mataram-Labuan Lombok, Long distance Ferry Surabaya -Lembar, menyusul
Surabaya – Badas dan subsidi penyebrangan antar pulau. Direct flight dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar
negeri ke Lombok dan pembangunan jembatan laut Lombok-Sumbawa, serta
pengembangan bandara dan pelabuhan.

Yang terakhir adalah NTB bersih
dan berkelanjutan, melalui program Zero Waste yakni model pengelolaan sampah
menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis. Taman Sari, penataan taman-taman
kota dan ruang terbuka hijau lainnya untuk
menciptakan keindahan kota dan kesan asri dan juga Hutan Lestari, melakukan kegiatan
Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk mengembalikan kondisi kawasan yang rusak
akibat illegal loging atau perambahan hutan.

Sementara Wakil
Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menegaskan ketika terjadi
perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan
sesegera mungkin. “Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai
hal, utamanya jika terjadi masalah,” tegas Wagub. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.