Home General News Selaras Visi Baru, Gubernur Resmikan Industri Penyulingan Cengkeh di Lobar

Selaras Visi Baru, Gubernur Resmikan Industri Penyulingan Cengkeh di Lobar

57
0
SHARE

Lobar, LombokInsider.com – Visi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB,  Dr.  Hj.  Sitti Rohmi
Djalillah menghadirkan industri pengolahan di daerah ini mulai terlihat. Baru
enam bulan memimpin NTB,  Gubernur
langsung meresmikan sebuah Industri Penyulingan cengkeh, yang berlokasi
Banyumulek,  Kecamatan Kediri,
Kabupaten Lombok Barat, Selasa (12/3).

Gubernur menyambut baik hadirnya industri pengolahan hasil
pertanian tersebut. Sebab, hadirnya industri tersebut  jelasnya selaras dengan visi baru Gubernur dan Wakil
Gubernur NTB saat ini.

“Persoalan kita saat ini adalah pengangguran dan
kemiskinan,” ungkap Doktor Zul, 
sapaan akrab Gubernur NTB itu.

Untuk mengatasi kedua persoalan itu kata Doktor Zul adalah
dengan membangun industri pengolahan sebanyak-banyaknya. Sehingga bahan baku
hasil pertanian itu bisa diolah menjadi bahan siap pakai yang memiliki nilai
ekonomis tinggi dibanding sebelum diolah.

Selain itu, 
hadirnya industri itu lanjut Gubernur akan menyerap abngak tenaga kerja
yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah kerja, maka akan ada gaji
tetap. Sehingga ada jaminan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,”
tegas Gubernur pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu.

Gubernur juga yakin, 
dengan hadirnya industri itu, 
maka produktifitas pertanian NTB akan meningkat. Begitu juga dengan
produksi bidang bidang lain, seperti perikanan, kelautan dan peternakan.

“Tugas selanjutnya adalah undang masyarakat untuk
belajar merakit mesin ini. 
Bikinkan replikanya,  dan
serahkan kepada setiap desa di Lombok Utara,” ungkap Gubernur di hadapan
karyawan dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, 
Ketua JP Institut Ainurrahman, 
ST. yang menginisiasi industri tersebut menjelaskan keberadaan industri
itu merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan NTB Gemilang. Termasuk proses
recovery daerah setelah musibah gempa bumi tahun lalu.

“Program zero waste itu selaras dengan industri
ini.  Sebab,  kami memanfaatkan  limbah dari cengkeh untuk proses pembuatannya,”
jelasnya.

Ia juga melaporkan proses penyulingan minyak cengkeh ini
membutuhkan satu ton bahan baku dalam satiap produksinya. Dalam sehari,  pihaknya bisa memproduksi dua
kali.  Sehingga bahan baku yang
dibutuhkan setiap harinya sekitar dua ton.

“Dana yang dikeluarkan setiap kilonya adalah Rp1.500. Sehingga dalam sebulan sekitar 78 juta untuk bahan baku,” jelasnya.

Minyak cengkeh yang dihasilkan katanya bisa mencapai 30
sampai 35 kg setiap produksi. Kemudian semuanya dipasarkan ke luar daerah.

Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah
provinsi NTB yang membangun pembangunan industri tersebut. Hadir juga pada
kegiatan itu Komandan Korem 162 Wirabhakti. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.