Home General News Sampah Jadi Berkah, Sinergi Pemrov NTB dan Pemkot Mataram Sukseskan Zero Waste

Sampah Jadi Berkah, Sinergi Pemrov NTB dan Pemkot Mataram Sukseskan Zero Waste

60
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah memimpin rapat
singkat dengan Pemkot Mataram terkait dengan penguatan komitmen kesepakatan
bersama antara Pemprov NTB dengan Pemkot Mataram. Penguatan komitmen kedua
belah pihak terkait dengan pengelolaan 
sampah atau program Zero Waste. Rapat berlangsung di ruang kerja Wakil
Gubernur NTB, Jum’at (6/9).

Dalam rapat singkat tersebut, usai mendengarkan paparan
program Zero Waste oleh Pemkot Mataram, Wagub NTB menyampaikan bahwa
permasalahan sampah memang tidak ada habisnya. Namun jika dikelola dengan baik,
keberadaan sampah justru dapat mendatangkan manfaat. “Masalah sampah jika
dikelola dari rumah dan ada bank sampah, semuanya bisa jadi berkah,” ungkap
Wagub.

Menurut Wagub, kota-kota di seluruh Indonesia saat ini
sedang berlomba menerapkan konsep bebas sampah. Ada banyak manfaat positif yang
diperoleh masyakat dari penerapan konsep tersebut,” Sampah harus dijadikan
prioritas. Isu sampah menjadi isu yang sangat krusial karena hubungannya erat
dengan kesehatan warga dan kebencanaan”, tambah Hj. Rohmi.

Ia menegaskan, semua pihak harus bersinergi, bagaimana
implementasi program yang sudah ada ini bisa berjalan baik. Salah satunya
dengan pelibatan komunitas lingkungan dan komunitas sosial lainnya terkait
sampah. Tentunya hal ini harus didukung pula secara serius oleh pemerintah
kota.

“Saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana
pengurangan sampah ini bisa dilaksanakan, sehingga di TPA (tempat pembuangan
akhir) bisa berkurang dan tidak menimbulkan masalah baru. Kami pemerintah
Provinsi sangat welcome dan mau membantu, mari kita lakukan yang terbaik untuk
lingkungan dan sampah ini ke depan” imbuhnya.

Lebih lanjut Wagub menekankan agar armada sampah juga harus
diperhatikan untuk mengoptimalkan proses penanganan kebersihan. Ia mengingatkan
agar sampah tidak tercecer di jalan saat proses pengangkutan.

“Selain itu, harus ada pemilahan sampah, semua penyedot
tinja dimasukkan ke pengolahan, iuran atau retribusi disesuaikan dengan beban
yang diterima dari hulu,” tambahnya.

Adanya edukasi terutama dari tingkat  Taman Kanak- Kanak sampai SMP juga
penting dilakukan. “Edukasi butuh waktu dan kesabaran, tetapi paling tidak
semua sekolah di Kota Mataram mengelola sampah sendiri dengan baik, sehingga
beban sampah akan berkurang dengan signifikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Mataram Irwan Rahadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun regulasi 2020
terkait instrumen penanganan sampah, mulai dari penanganan hingga pengurangan.
Saat ini, terkait program NTB Zero Waste, Dinas LHK telah memberi tanggung
jawab dari tingkat PAUD hingga SMP untuk melakukan pengawalan di
sekolah-sekolah. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.