Mataram, LombokInsider.com – Dari sebanyak 1500-an alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Mataram, yang alumninya telah menyebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Provinsi Bali, NTB, Papua, bahkan Timur Leste (dulu Provinsi Timur-Timur), hingga kini belum satu pun alumninya yang pernah terlibat kasus korupsi.

“Sebagai pendidik, saya sungguh sangat bangga. Ditengah maraknya pengungkapan kasus-kasus korupsi yang banyak menghiasi berbagai media, tidak ada satu pun alumni APDN Mataram yang terlibat atau ditangkap karena terlibat kasus korupsi,” kata mantan Direktur APDN Mataram, H. Sirajudin, ketika menghadiri Reuni Akbar APDN Mataram 2018, Sabtu (21/7).

Disampaikan lelaki paruh baya yang telah berusia 80 tahun ini, pihaknya pernah mengadakan survey kecil-kecilan untuk para alumni APDN Mataram. Bahwa dari sekitar 1500-an alumni, sekitar 20 sampai 30 persen diantaranya kini menjabat eselon II. Selebihnya masih ada yang duduk di eselon III dan IV.

“Yang membanggakan, ada diantara alumni APDN Mataram yang menjabat sebagai eselon I di Provinsi Bali, yaitu Sekda Bali. Sementara kalau di NTB sendiri, ada diantaranya yang menjadi eselon I di daerah-daerah, seperti menjadi Sekda Bima, Sekda Sumbawa, dan Sekda Lombok Timur. Demikian yang menjadi pejabat eselon II di Provinsi NTB, seperti Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, dan Kepala Dinas Kominfotik, Tri Budi Prayitno dan masih banyak lagi lainnya,” ujar Sirajudin bangga.

Kebanggaan serupa juga dirasakan mantan Dosen APDN Mataram, yang dahulu dikenal paling “galak” ketika mengajar, Nursyamsi. “Saya menyadari, dari seluruh dosen-dosen APDN Mataram, mungkin para alumni banyak yang membenci saya. Bukankah begitu?” tanyanya kepada sekitar 200-an alumni yang hadir, dan dijawab serentak oleh para alumni “Tidaaaak” seraya tertawa.

“Saya memang galak kalau sedang mengajar. Tapi galak saya itu adalah kedisiplinan, demi untuk kepentingan kalian sendiri dimasa depan. Dan terbukti, sampai saat ini tidak ada satu pun alumni yang terlbat korupsi. Artinya, kedisiplinan dan keteguhan dalam mengemban amanah itu benar-benar dilaksanakan, dalam arti sebenar-benarnya. Saya sangat bangga,” sambung Syamsi, yang usianya juga sudah mendekati 80-an tahun ini.

Sedangkan Ketua Panitia Reuni Akbar Alumni APDN Mataram 2018, yang juga Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, dalam laporannya menyampaikan, bahwa rangkaian kegiatan reuni ini telah dimulai jauh hari sebelumnya, yakni sejak lima bulan lalu.

“Sambil mendata para alumni di daerah-daerah, kami panitia reuni telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan seperti bakti sosial (Baksos), mulai dari ujung Kabupaten Lombok Utara, hingga Kabupaten Bima. Ini kita lakukan sekaligus pemantapan acara reuni akbar, yang puncaknya berlangsung di bekas Kampus APDN Mataram di Kantor BPSDM NTB, dengan Gala Dinner di Hotel Lombok Raya Mataram.

Diakui Faozal, mengumpulkan para alumni APDN Mataram yang jumlahnya mencapai 1500-an orang, tentu bukan hal yang mudah. Mengingat para alumni saat ini masing-masing memiliki kesibukan pekerjaan yang terkadang sangat menyita waktu.

“Alhamdulillah, meskipun tidak bisa semua alumni yang hadir dan hanya sekitar 200-an alumni saja. Tetapi paling tidak ini bisa menjadi awal untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya, sekaligus untuk mendata. Sehingga dalam reuni-reuni berikutnya, yang Insya Allah digelar secara rutin, tingkat kehadiran para alumni bisa lebih banyak lagi,” harap Faozal.

Kesempatan itu, Ketua Panitia Reuni Akbar 2018, juga berkesempatan memberikan bingkisan kenang-kenangan kepada mantan Direktur APDN Mataram, H Sirajudin, dan mantan Dosen APDN, Nursyamsi, bahkan juga Tukang Foto Copy langganan para mahasiswa, mendapatkan hadiah berlibur, menginap 2 hari 3 malam di hotel berbintang. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com