Home General News Polemik Perubahan Nama Bandara, Solusinya Duduk Kembali

Polemik Perubahan Nama Bandara, Solusinya Duduk Kembali

0
SHARE
Polemik Perubahan Nama Bandara, Solusinya Duduk Kembali
Aliansi Masyarakat Menggugat (ALRM) Provinsi NTB menggelar diskusi yang membahas isu-isu strategis dan mencari terobosan Baru.

Praya, LombokInsider.com – Aliansi Masyarakat Menggugat (ALRM) Provinsi NTB menggelar diskusi yang membahas isu-isu strategis dan mencari terobosan baru.

Dimana dalam diskusi tersebut yang menjadi narasumber adalah Dr. H.L. Sajim Sastrawan, Hasan Masat, H. Lalu Muh Putria dan sebagai moderator Bustomi Taefuri Omiq.

H.L. Sajim Sastrawan selaku Ketua Bale Mediasi NTB, dalam penyampaiannya meminta kepada pemerintah untuk melakukan komunikasi untuk membicarakan terkait polemik pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid.

“Terkait pergantian nama Bandara agar dilakukan komunikasi kembali lintas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan tokoh- tokoh di Lombok Tengah,” ungkap DR. H.L. Sajim Sastrawan

Pihaknya juga dalam kesempatannya membahas konsep kebersamaan dalam membangun cita-cita bersama. Dimana kunci dari membangun itu persatuan, searah dan komitmen.

“Jika semua ini ada, Rinjani bisa kita pindah. Sebaliknya jika tidak ada, sebatang korek tidak mampu kita pindah,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Tokoh adat, H. Lalu. Muhammad Putria, pihaknya menyampaikan terkait pergantian nama Bandara agar kiranya bisa duduk bersama kembali sehingga hal- hal yang tidak diingkinkan bisa diselesaikan melalui Musyawarah.

Baca juga:  Promosi Pariwisata di Masa Pandemi, Media Sosial Jadi Solusi

“Untuk bandara kiranya bisa duduk bersama dan mari kita kedepankan etika dan estetika budaya,” terangnya.

Ditengah diskusi, sempat mencuat isu perubahan nama bandara. Hal ini ditanggapi Saeful dari Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa. Baginya bahwa tidak bisa telur melawan batu, telur tetaplah telur, begitupun batu.

“Kita semestinya bergerak sesuai kompetensi masing-masing dan tidak perlu mengambil bagian pada sesuatu yang tidak dipahami,” tegasnya. (LI)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.