Home General News Pertanian Pola Irigasi Tetes, Terobosan Baru Wujudkan NTB Gemilang

Pertanian Pola Irigasi Tetes, Terobosan Baru Wujudkan NTB Gemilang

55
0
SHARE

KLU, LombokInsider.com
– Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkieflimansyah
dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus mengeluarkan terobosan-terobosan baru
untuk mewujudkan NTB Gemilang. Salah satu terobosan yang baru dikeluarkan yaitu
bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

“Alhamdulillah, hari ini tepat setahun pemerintahan
Zul-Rohmi, kita sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan
memanfaatkan teknologi drip irigation. Ini pertanian industri 4.0 karena
menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat
dilipatgandakan menjadi tiga kali. Produksinya-pun dapat  ditingkatkan 20%, sehingga tidak ada
lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami. Mari kita kawal bersama,” ajak
Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada acara Pencanangan
Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/9) di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar
Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini menyebutkan,
penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas khususnya
dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung
industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat, kita akan bisa
meningkatkan produktivitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun
ekstensifikasi pertanian,” jelasnya.

Apa yang kita lakukan hari ini, lanjut Umi Rohmi, merupakan
impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini. “Dengan penggunaan
drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita
akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah
hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, sambung Wagub,
pada intinya ditujukan untuk memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas
unggulan NTB.

“Selain kita meningkatkan jumlah produksi, kita juga
memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian kita sehingga,
kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk
produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,”
ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Husnul Fauzi
mengungkapkan bahws, pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama
pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara
pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan
kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani
yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,”
jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga
melibatkan pihak swasta untuk membantu menyukseskan industrialisasi pertanian
ini.

“Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan
kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil
pertanian petani,” sebutnya.

Di lahan seluas 200 Hektar yang menjadi lokasi dimulainya
penerapan sistem irigasi tetes ini akan ditanami jagung yang memiliki potensi
besar untuk tumbuh di lahan tersebut. “Ini sebagai langkah awal industrialisasi
pertanian NTB,” tuturnya.

Di desa akar-akar ini juga, sambung Husnul, akan dibangun
Learning Center yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja
terkait dengan jagung.

“Melalui learning center yang kita adakan peletakan batu
pertamanya hari ini nantinya akan menjadi pusat bagi siapun yang ingin belajar
tentang pertanian jagung yang baik dengan teknologi drip irigation,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar yang
juga hadir pada acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dimulainya
pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kabupaten Lombok Utara.

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani
Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar
berada di lahan kering,” ucapnya (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.