Home General News Pasca Pemilu, Gubernur NTB Silaturrahmi Dengan Komponen Masyarakat

Pasca Pemilu, Gubernur NTB Silaturrahmi Dengan Komponen Masyarakat

0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah  mengadakan acara silaturahmi dengan para komponen masyarakat
pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Legislatif dan Dewan Perwakilan
Daerah Tahun 2019, di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Senin malam (22/4).

Silaturahmi ini dihadiri oleh para Tokoh Agama, Tokoh
Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita se-NTB dan para anggota
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKDP) Provinsi NTB.

Hadir pula sejumlah Rektor dan akademisi, para Ketua Partai
Politik atau yang mewakili, para Pimpinan Pondok Pesantren, dan kepala
Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara silaturahmi ini juga diisi dengan doa bersama, dan
pembacaan puisi serta pesan damai.

Dalam kesempatan ini Gubernur menyampaikan pandangannya
tentang Pemilu serentak yang baru saja selesai dilakukan beberapa hari lalu.
“Belum pernah dalam sejarah kita berbangsa kita melakukan pemilihan
seperti pemilu kemarin. kita baru pertama kali melakukan pemilihan Presiden
bersamaan dengan Pemilihan anggota Legislatif. Bahkan dari berbagai desa dan
kecamatan memberi masukan. Banyak warga yang tidak kenal calon legislatif yang
akan dipilih. Akhirnya memilih hanya karena fotonya begitu menarik,” jelas
Gubernur

Baca juga:  Gubernur Harapkan Para Atlet Juga Jadi Duta NTB dalam PON 2016

“Mungkin ini juga akan menjadi kenangan kita. Saya kira
5 tahun yang akan datang belum tentu proses demokrasinya seperti
sekarang,” lanjutnya

Gubernur melanjutkan sambutannya dengan menceritakan sebuah
buku tentang “21 Pelajaran di Abad ke-21” dimana di buku tersebut
menceritakan tentang revolusi teknologi dan bioteknologi.

“Karena sekarang dengan algoritma dan big data yang
terintergrasi dengan bioteknologi, kedepannya akan membuat kehidupan manusia
sangat berbeda. Mulai dari bidang kesehatan, teknologi informasi hingga
kepemiluan,” terang Gubernur Zul

“Kita akan mengalami satu masa, ketika manusia dengan
teknologi dan tidak berhati-hati, maka kita akan berada pada satu dunia yang
baru lagi. Dan mungkin 5 tahun kedepan lagi kita akan tertawa. Pada 2019, ada
Pemilu yang membuat orang menjadi berbeda, padahal kita satu tujuan,”
tambahnya sembari merujuk pada maraknya black campaign dan hoax
di berbagai platform media sosial.

Selanjutnya, Gubernur juga menceritakan hubungannya yang
sangat dekat secara emosional dengan seluruh paslon Capres-Cawapres peserta
Pemilu.

Baca juga:  Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan

“Saya sama Pak Jokowi itu kenal sejak dulu beliau jadi
Walikota Solo, Jadi kalau beliau sedang di Jakarta beliau numpang mobil saya.
Kami juga sering duduk bersama dan ketemu di rumahnya berdialog tentang ekonomi
dan sebagainya. Sedangkan Pak Ma’ruf Amin ini dulu, semasa jadi aktivis di
kampus hingga Anggota DPR, sering meminta nasehat dari beliau,” ucap
Gubernur

“Begitupun Pak Prabowo yang sangat dekat dengan kami,
juga Sandiaga Uno yang sering 
bersama saya. Bahkan liburan bersama, satu teman main, satu teman
pergaulan,” tambahnya

Gubernur juga menjelaskan dirinya sangat berhati-hati dalam
bersikap, dan memilih sebisa mungkin tidak sampai melukai salah satu paslon di
Pemilu ini. “Saya khawatir sekali melukai perasaan salah satunya, karena
kadang-kadang mudah kita berbicara, menulis status, pidato dan lain sebagainya.
tapi kalau kata-kata kita tidak terkontrol luka batin itu susah
disembuhkan,” jelas Gubernur.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur juga menyinggung fenomena
sosial media di masyarakat NTB. “Ketika saya diundang POLRI khusus melihat
sosial media masyarakat NTB, saya geleng-geleng kepala. NTB ini walaupun kecil
provinsinya, pengguna media sosialnya luar biasa besar.”

Baca juga:  Sosialisasi Cegah Covid-19, Sat Pol PP NTB Ajak Masyarakat Selalu Gunakan Masker

“Namun alhamdulillah berkat tokoh masyarakat, tokoh
agama dan seluruh stakeholders, juga karena kita sering berkumpul bersama,
sering berdialog,  Alhamdulillah
NTB Tetap sejuk,” terangnya.

Terakhir, Gubernur berpesan agar masyarakat tetap senantiasa bersatu walau berbeda pilihan. “Pilihan boleh berbeda, tapi mudah-mudahan tidak membuat modal sosial kita terkuras habis. Kita boleh berbeda, namun dengan duduk bersama mudah-mudahan hati kita semakin dekat, kita bisa tersenyum, saling berjabat tangan dan bersilaturahmi sesungguhnya,” tutupnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.