Home General News Pancing Investor Datang, Gubernur Zul Paparkan Strategi Kembangkan Ternak Sapi di NTB

Pancing Investor Datang, Gubernur Zul Paparkan Strategi Kembangkan Ternak Sapi di NTB

7
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Peternakan, khususnya spesies sapi menjadi salah satu komoditas yang
akan dikembangkan di NTB. Untuk mengembangkan sektor ini, Gubernur NTB, Dr. H.
Zulkieflimansyah pun memaparkan gambaran terobosan yang akan ditempuh Pemprov
NTB.

Menurut Gubernur, Pemprov NTB akan memberikan kemudahan bagi
pengusaha yang ingin mengelola usaha pengembangbiakan sapi di NTB. “Bukan
Pemprov yang mendatangkan atau mengimpor sapinya. Tapi Pemprov membantu dan
memfasilitasi investor yang tertarik untuk bisnis di area ini,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pengembangbiakan sapi tidak bisa berdiri
sendiri. Untuk bisa tumbuh menjadi sapi berkualitas kompetitif, mereka membutuhkan
pakan yang berkualitas pula. Hal ini memunculkan kebutuhan lain, yaitu pabrik
pakan.

“Ternak kita sengsara di musim kemarau tanpa pakan. Nggak
akan kompetitif. Pabrik Pakan bahan bakunya ada di NTB. Jagung dan lain-lain
melimpah di kita. Dengan adanya pabrik pakan maka nilai-tambah produk pertanian
kita akan meningkat. Jagung dan lain-lain akan mulai diolah di tempat kita,”
ujarnya.

Seperti halnya memancing datangnya investasi di bidang
pengembangbiakan sapi, Pemprov NTB pun akan berusaha menarik dan membantu
investor yang mau membuat pabrik pakan ini.

“Investasi di pabrik pakan ini hanya akan menarik kalau
pasarnya ada. Nggak ada insentif untuk munculnya pabrik pakan kalau yang
mengonsumsi pakannya nggak ada. Saat ini sapi kita kurang dan petani kita nggak
mau dan belum terbiasa dengan pakan olahan. Karenanya, pasar untuk pakan ini
harus diciptakan,” ujarnya.

Gayung bersambut. kunjungan Gubernur NTB ke Australia belum
lama ini melahirkan peluang baru. “Kebetulan Australia dekat dengan kita dan juga
kekurangan pakan, tapi bagus di breeding karena areanya luas. Jadi harga sapi
Australia relatif murah,” ungkap Gubernur.

Untuk membuat insentif hadirnya industri pakan, maka impor
sapi Australia menjadi opsi menarik untuk mereka yang tertarik membangun
industri pakan. Proses pembiakan sapinya dilakukan di Australia. Sementara,
penggemukannya dilakukan di NTB. Usaha penggemukan sapi inilah yang akan
memunculkan permintaan pakan.

“Disinilah pasar untuk industri pakan muncul. Di saat yang
sama, semua fasilitas modern RPH kita dan lain-lain bisa termanfaatkan yang
selama ini idle. Jadi pengolahan sapi kita mulai jalan dan dagingnya bisa
dijual ke Jawa bahkan ke luar negeri,” ujarnya.

Strategi ini bukan berarti spesies sapi lokal diabaikan.
Pengembangbiakan sapi lokal juga tetap akan menjadi pilihan untuk diseriusi.
Malahan, upaya mendatangkan sapi impor bisa juga dilakukan oleh
pedagang-pedagang sapi lokal di NTB. Hasil produksi pabrik pakan bisa juga
diekspor ke Australia. Tidak tertutup pula kemungkinan bahwa suatu saat, cattle
station di Australia akhirnya dikelola dan dimiliki oleh orang-orang NTB
sendiri.

Menurut Doktor Zul, saat ini ia tengah berupaya membujuk
pemain besar yang berpengalaman di bidang ini. Gubernur mengandaikan, saat para
pengimpor sapi ini mendatangkan 20 ribu sapi dari Australia ke Jakarta,
sebagian kecil dari angka itu bisa saja digemukkan dulu di NTB.

“Bisa saja diturunkan di Lembar 500 atau 1000 ekor untuk
kemudian digemukkan dan diproses di NTB. Seiring dengan berlalunya waktu, kita
akan ada pembelajaran dan pengalaman untuk kemudian skala usahanya diperbesar,”
tegasnya.

Doktor Zul menyadari, semua ini memang tidak akan semudah di
atas kertas. Namun, seperti yang selalu diutarakannya, perjalanan panjang,
selalu harus dimulai dengan langkah pertama. “Para pemenang dan pahlawan
biasanya berani menempuh jalur yang tidak biasa dan jalan yang jarang dilalui
oleh orang lain,” pungkasnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.