Home General News NTB Diguncang Gempa Tektonik, Wilayah Lotim Bagian Utara Paling Terdampak

NTB Diguncang Gempa Tektonik, Wilayah Lotim Bagian Utara Paling Terdampak

0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gempa Tektonik berkekuatan M=6,4. Episenter, goncang NTB dan Bali, Ahad (29/7). Gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km., pada pukul 05.47.39 WIB.

Pusat gempa yang dekat kearah Lombok Timur bagian Utara, menyebabkan daerah ini terkena dampak yang paling parah. Pusat gempa berada pada jarak, 28 km Barat Laut Lombok Timur, 32 km Timur Laut Lombok Utara, 57 km Timur Laut Lombok Tengah, 61 km Timur Laut Mataram – NTB.

Melalui rilisnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah korban, baik meninggal ataupun luka-luka.

Posko BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD dan instansi lain untuk mengetahui dampak gempa dan penanganannya. Hasil sementara, untuk korban jiwa masih dalam pendataan, kerugian materil, Kab. Lombok Timur; ada laporan kerusakan di Kec. Sambelia dan Kec. Sembalun (masih dalam assessment), Kab. Lombok Utara; ada laporan kerusakan di Kec. Bayan (assessment), Kab. Sumbawa barat; 1 unit rumah roboh (RB) di Desa Tepas Sepakat Kec. Brang Rea.

Baca juga:  Akses Pelabuhan Lembar di Tutup Sementara Untuk Umum

Untuk wilayah Lombok Timur, gempa dirasakan kuat sekali selama lebih kurang 10 detik, warga sempat panik keluar rumah, BPBD Lombok Timur masih melakukan monitoring di sekitar wilayah terkait gempa tersebut. Kab. Lombok Utara: Gempa dirasakan cukup kuat, menimbulkan kepanikan. Saat ini TRC sedang meninjau lokasi

Kota Mataram : Gempa dirasakan sangat kuat selama 10 detik, warga sempat panik keluar rumah. Saat ini sedang dilakukan Patroli oleh TRC. Untuk sementara pendakian gunung Rinjani ditutup karena ada indikasi longsor berupa debu disekitar gunung. Gempa ini tidak berpotensi Tsunami.

Sementara dari rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto menjelaskan.

Memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI), sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Baca juga:  TGH Hasanain Terima Anugerah Kalpataru Pembina Lingkungan 2016

Hingga pukul 06.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 gempabumi susulan (aftershock) yang paling kuat M=5,7. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hingga berita ini ditayangkan, data yang pasti tentang jumlah korban jiwa dan luka-luka, serta kerugian materiil belum diperoleh. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.