Home General News Momentum Maulid di Sumbawa, Gubernur Ingatkan Dimensi Sosial Beribadah

Momentum Maulid di Sumbawa, Gubernur Ingatkan Dimensi Sosial Beribadah

0
SHARE
Momentum Maulid di Sumbawa, Gubernur Ingatkan Dimensi Sosial Beribadah
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menghadiri acara peringatan Maulid di Labangka, Kabupaten Sumbawa, Jumat (15/11) malam.

Subawa, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menghadiri acara peringatan Maulid di Labangka, Kabupaten Sumbawa, Jumat (15/11) malam. Dalam
kesempatannya, gubernur menyampaikan pesan moral tentang ibadah sosial.

Pesan yang disampaikan adalah untuk mendapatkan perhatian
dari Rasulullah, tidak hanya dengan cara ibadah formal namun, untuk mendapatkan perhatian Rasulullah, kita hanya butuh melakukan kegiatan sosial yang berguna untuk masyarakat.

“Kadangkala, untuk dirindukan oleh Rasul kita, tidak hanya harus datang ke masjid, tidak harus hitam jidat kita, tidak selalu harus
berpuasa senin dan kamis, tapi kadang-kadang, Rasulullah pun rindu pada mereka-mereka yang punya akhlak sosial yang menghadirkan manfaat buat anak yatim, orang miskin dan sesama manusia,” tutur Gubernur.

Orang nomor satu di NTB ini mengatakan bahwa semua yang kita
punya tidak akan berguna jika masih ada orang-orang yang masih serba kekurangan berada di sekitar kita.

“Apa gunanya kita punya pondok besar, apa gunanya kita punya masjid besar, apa gunanya kita sering hatam Al-Qur’an, apa gunanya kita sering melakukan ibadah-ibadah yang lain, kalau masih ada masyarakat miskin di sekitar kita, banyak anak yatim menangis setiap hari,” terangnya.

Baca juga:  DPP MOI Subsidi Biaya Pembuatan PT Bagi Media Anggotanya

Bang Zul, sapaannya, mengatakan bahwa Rasulullah menitipkan
rindunya pada mereka-mereka yang peduli pada akhlak-akhlak yang berdimensi sosial.

“Mari kita budayakan figur besar bernama Muhammad itu,
bukan hanya mengingat puasanya, bukan hanya mengingat masjidnya, tapi mengingat bahwa Rasulullah mencintai anak yatim,” ajak bang Zul.

Bang Zul menceritakan sebuah kisah seorang ulama yang
diminta menemui seorang laki-laki yang berada jauh dengan ulama tersebut.

“Ada seorang ulama di Maroko, ia bermimpi bertemu Rasulullah dan diminta untuk menemui seseorang di Mekah, ciri-cirinya
disebutkan dalam mimpinya tersebut, karena didatangi berkali-kali, ia mencari laki-laki itu ke mekah,” ceritanya.

Sesampainya di Mekah, lanjutnya, ia menanyakan laki-laki
dengan ciri-ciri tersebut, ketika bertemu, ia terheran dengan laki-laki yang berpenampilan biasa namun, mendapatkan salam rindu dari Rasulullah.

Ia menanyakan ibadah-ibadah apa yang telah dikerjakan oleh
laki-laki tersebut. Namun, ibadah yang dilakukan hanyalah ibadah biasa. Saat itu juga ia menceritakan mimpinya kepada laki-laki tersebut, seketika laki-laki itu terkejut.

Baca juga:  Alhamdulillah, Security Dinsos NTB dan Ayahnya Terima Hadiah Umroh dari Bang Zul

“Saya tidak melakukan hal-hal yang khusus, tapi sejak
sepuluh tahun yang lalu, anaknya banyak namun, suaminya meninggal. Karena begitu menderita, saya berjanji kepadanya jika saya mendapatkan rezeki, saya akan bagi dua,” terang laki-laki tersebut.

Dari cerita ini, Bang Zul menjelaskan bahwa untuk mendapatkan kemuliaan, bukan hanya sekedar beribadah formal saja. Namun, akhlak sosial juga penting dalam mencapai kemuliaan. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.