Home General News Mabuk, Bawa Sajam dan Bikin Onar, JR Diamankan Polisi

Mabuk, Bawa Sajam dan Bikin Onar, JR Diamankan Polisi

0
SHARE
Mabuk, Bawa Sajam dan Bikin Onar, JR Diamankan Polisi
Seorang pemuda berinisial JR (18), diamankan ke Mapolsek Hu'u karena berbuat onar di lokasi perkemahan Taufikurrahman (18) korban dan teman-temannya, tepatnya di tempat wisata Lakey, Kecamatan Hu'u, Ahad (14/2/21) sekira pukul 01.30 wita.

Dompu, LombokInsider.com – Seorang pemuda berinisial JR (18), diamankan ke Mapolsek Hu’u karena berbuat onar di lokasi perkemahan Taufikurrahman (18) korban dan teman-temannya, tepatnya di tempat wisata Lakey, Kecamatan Hu’u, Ahad (14/2/21) sekira pukul 01.30 wita.

Saat itu, JR membawa senjata tajam berupa sebilah pedang yang dipakai mengancam dan menakuti korban, sebelum beraksi di lokasi perkemahan, JR diketahui mengkonsumsi minuman keras (miras) bersama teman temannya di Dusun Cangga, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Usai berpesta miras, JR ditemani teman-temannya menuju ke pinggir pantai Lakey dengan tujuan buang air besar (BAB).

Ternyata di pinggir pantai yang mereka tuju, ada sekelompok anak muda yang sedang berkemah, dikoordinir oleh Taufikurrahman, pemuda asal Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Sesaat kemudian, JR dengan menghampiri Taufikurrahman, lalu meminta rokok dan sejumlah uang (palak). Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Taufikurrahman.

Tidak berhenti di situ, sadar akan jumlah anggotanya yang tidak seimbang, JR pun pulang ke rumahnya lalu mengambil sebilah parang, kemudian kembali ke lokasi perkemahan.

Baca juga:  Edarkan Sabu di Wilayah KTAN, 2 Pasutri asal Bima Ditangkap

Sembari menggenggam parang, JR kembali meminta rokok dan uang kepada Taufik dengan nada ancaman. Namun, Taufik membalasnya dengan teriakan minta tolong. Tidak lama kemudian, warga pun berdatangan dan melerai kedua kelompok.

Atas laporan warga, Kapolsek Hu’u Ipda M.Nor Kurniawan bersama anggotanya tiba di lokasi, kemudian mengamankan kedua belah pihak ke Mapolsek Hu’u untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sementara petugas lainnya mengambil alih lokasi untuk melakukan penggalangan terhadap warga dan keluarga korban. Terutama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan hingga situasi kembali kondusif.

Atas perbuatannya JR dijerat dengan pasal 2 Undang undang Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. (LI/resdom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.