Home General News Lombok Marathon Berakhir Protes dan Kekecewaan Para Peserta

Lombok Marathon Berakhir Protes dan Kekecewaan Para Peserta

0
SHARE
PANAS. Suasana Ricuh diatas Panggung saat Pembagian Medali, event Lombok Marathon, di Halaman Kantor Gubernur NTB, Ahad (28/1).

Mataram, LombokInsider.com – Awalnya penyelenggaraan Lombok Marathon 2017 berjalan lancar, namun akibat keterlambatan panitia dalam membagikan medali dan kaos sebagai bagian dari suvenir yang seharusnya diterima pelari, keadaan tiba-tiba menjadi ricuh. Akibatnya para pelari yang sudah sejak pagi telah menyentuh garis finish dan berkumpul di halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad pagi (28/1), mengajukan protes hingga ke atas panggung.

Peserta Kecewa

“Sangat kecewa dengan panitia penyelenggara, kami bayar loh nggak gratis. Saya sudah finish dari jam 08:00 tadi. Sampai sekarang 10:30 masih antri untuk dapat medali,” ujar seorang peserta dari Mataram, yang tidak mau disebut namanya dan ikut dalam kategori 10 K. Menurutnya panitia terkesan sangat tidak siap melakasanakan even ini, padahal sudah sempat diundur.

“Kami hanya menuntut hak kami, suvenir berupa medali dan kaos. Kalau seperti ini, Lombok Marathon tidak layak di branding internasional. Kasian teman-teman pelari yang dari luar daerah, mereka sudah rugi uang pendaftaran, tiket pesawat dan juga penginapan,” ucapnya. Kemudian dia dan temannya meninggalkan sisi panggung karena kesal menunggu lama.

Baca juga:  KONI NTB: Lombok Marathon 2017 Diundur, Untuk Keamanan dan Kenyamanan Pelari

Patricia dari NTT dan beberapa temannya juga tak henti-hentinya mengungkapkan kekecewaannya. “Ini tidak benar, kami merasa ditipu kalau seperti ini Janjinya panitia akan memberikan medali pada seluruh finisher, ini even terburuk yang pernah saya ikuti,” ungkapnya.

“Dari pengumuman yang kami baca di website resmi Lombok Marathon, semua peserta akan mendapatkan kaos dan semua finisher dapat medali. Tiba-tiba aturannya dirubah menjadi 500 orang finisher saja yang dapat medali, kan nggak fair,” keluh Wira, peserta dari Lombok Barat.

Terjadi Kericuhan

Situasi makin memanas saat hari makin siang. Peserta yang telah lelah berlari masih harus menunggu dan antri untuk mendapatkan medali. Berbagai teriakan muncul dari para peserta yang menuding panitia melakukan penipuan terhadap mereka.

Sejumlah peserta bahkan sempat menyerbu panggung di hadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Firli dan pejabat daerah yang hadir dalam acara tersebut.

Wagub sempat menenangkan peserta yang marah dan meminta panitia untuk memenuhi janji mereka. “Awalnya even ini sudah berjalan lancar, ini kasuistik. Kami akan perbaiki agar ke depan agar lebih baik, saya juga kecewa atas kejadian ini,” kata Amin.

Baca juga:  Lombok Marathon Diikuti 3000 Peserta dari 16 Negara, Total Hadiah Rp500 Juta

Klarifikasi Panitia

Terkati hal ini, Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, mengklarifikasi adanya keterlambatan kedatangan medali dari Singapura. “Sebenarnya hanya karena para peserta kurang sabar saja, memang ada keterlambatan pengirimannya dari Singapura,” kilahnya.

Menurut Andi, medali yang disediakan jumlahnya terbatas. Karena, pihak panitia hanya menyediakan 500 medali untuk peserta yang mampu menyentuh garis finish sesuai waktu yang ditetapkan.

“Saya sudah umumkan saat start, medali hanya untuk 500 finisher yang masuk dalam cut off time saja. Tapi banyak yang salah paham. Saya juga kecewa, kami akan evaluasi lagi,” katanya.

Kericuhan tidak sampai meluas setelah para peserta ditenangkan sejumlah aparat kepolisian yang berjaga-jaga. Jika panitia lebih siap, hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.