Home General News Lemo: Jual Klub Malam, Demi Lombok Hijau dan Pariwisata Berkelanjutan

Lemo: Jual Klub Malam, Demi Lombok Hijau dan Pariwisata Berkelanjutan

0
SHARE
Lemo: Jual Klub Malam, Demi Lombok Hijau dan Pariwisata Berkelanjutan
Ecology Day, Gili Air.

Mataram, LombokInsider.com – Kecintaannya terhadap lingkungan mengalahkan segalanya. Inilah yang dilakukan seorang Marian Lemes (Lemo) seorang aktivis lingkungan asal Slovakia dengan mendirikan NGO lingkungan Enjoylife, berbasis 4 pilar utama, yakni; Ekologi, Edukasi, Dukungan dan Koneksi.

“Kami mendirikan NGO kami 4 tahun yang lalu setelah kami menjual klub malam kami di Slovakia. Kami ambil semua uangnya dan mulai mengerjakan proyek edukasi/ekologi di Lombok berbasis anak-anak,” ungkap Lemo, sapaan akrabnya kepada redaksi LombokInsider.com di Mataram, Rabu (27/1/21).

Yang menjadi nilai tambah adalah seorang warga negara asing (WNA) mencintai lingkungan di Pulau Lombok bahkan mungkin melebihi masyarakat asli.

“Tujuan kami adalah menjadi bagian dari perubahan Lombok Hijau dan pariwisata berkelanjutan, serta gaya hidup yang sehat,” katanya.

Lemo mengaku bahwa program lingkungan yang berkelanjutan ini dimulai sejak 3 tahun yang lalu dengan acara SWAP atau Bawalah Tempat Sampah Cari Pakaian (menukar sampah dengan baju kaos), dilaksanakan di desa nelayan di Selong Belanak.

“Kegiatan ini kami lanjutkan dengan turnamen sepak bola, ketika anak-anak pertama kali perlu membersihkan area sekolah mereka,” ujar lelaki (38) tahun ini.

Baca juga:  Teddy Yusaldi: Bangun X2 Mandalika Hotel, PT EMP Kucurkan Rp300 M

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tahun depan sekembalinya ke Lombok akan menyiapkan edukasi inspiratif konference untuk Mahasiswa Universitas Mataram dalam acara BERSAMA KITA BISA, apa yang dilakukan sekarang juga untuk menghijaukan Lombok.

Untuk saat ini 4 pilar program dari Enjoylife terfokus di Gili Air dan juga Kuta. “Kami menyelenggarakan 2 hari ekologi, satu di Kuta dan Gili Air,” kata Lemo

Ini didasarkan kepada anak-anak setempat yang menunjukan bahwa sampah bisa menjadi sumber inspirasi. Melalui permainan, hadiah, kesenangan dan aktivitas kreatif lainnya.

Selain itu, NGO ini juga sukses menggalang dana untuk perbaikan satu sekolah di Lembar (Lombok Barat) dan sebuah rumah untuk Adi penyandang disabilitas, yang masih terbengkalai setelah gempa Lombok 2018 silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.