Home General News Kuatkan Bukti Dengan Autopsi, Polisi Bongkar Kuburan Hayatul Ulum

Kuatkan Bukti Dengan Autopsi, Polisi Bongkar Kuburan Hayatul Ulum

0
SHARE
Kuatkan Bukti Dengan Autopsi, Polisi Bongkar Kuburan Hayatul Ulum
Proses autopsi dilaksanakan Sabtu (6/3/21) di Pekuburan Muslim Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Autopsi dipimpin Dokter forensik RSUD Kota Mataram, dr Arfi Samsun. Sekitar pukul 09.00 Wita, kuburan Hayatul Ulum dibongkar dan jenazahnya langsung diautopsi petugas.

Mataram, LombokInsider.com – Guna memastikan bukti yang diyakini penyidik. Satreskrim Polresta Mataram dan Tim Forensik melakukan autopsi terhadap jenazah korban pembunuhan Hayatul Ulum (44 tahun), warga Lingkungan Pande Besi Kelurahan Karang Pule yang meninggal dunia 29 November tahun lalu.

Proses autopsi dilaksanakan Sabtu (6/3/21) di Pekuburan Muslim Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Autopsi dipimpin Dokter forensik RSUD Kota Mataram, dr Arfi Samsun. Sekitar pukul 09.00 Wita, kuburan Hayatul Ulum dibongkar dan jenazahnya langsung diautopsi petugas.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa,SIK mengatakan, autopsi dilakukan untuk menambah alat bukti yang meyakinkan penyidik tentang penyebab kematian Hayatul Ulum.

“Autopsi salah satu upaya untuk menambah alat bukti yang meyakinkan penyidik terkait sangkaan kepada tersangka atau pelaku,” ungkapnya Kadek.

Melalui mekanisme autopsi. Ahli forensik bisa menjelaskan tentang penyebab kematian korban. “Lukanya ada di mana dan kualitas luka yang menyebabkan kematiannya itu seperti apa. Karena setiap celah yang tersangka menyangkal harus kita buktikan. Karena ini autopsi bukan keahlian kita. Kami mengundang ahli forensik untuk autopsi di sini,” bebernya.

Baca juga:  2 Pelaku Jambret dan Penadah Berhasil Diringkus Polisi

Walaupun tersangka yang berjumlah dua orang masih menyangkal sebagai pelaku pembunuhan. Kadek memastikan tidak terlalu fokus pada pengakuan tersangka. Penyidik fokus pada alat bukti dan keterangan saksi yang menguatkan korban meninggal karena dibunuh.

“Kita sudah ada keterangan ahli, surat dan petunjuk sebagai alat buktinya. Bisa kita bilang keterangan tersangka tidak dihitung. Kita sudah dapat keterangan saksi maupun petunjuk yang kuat. Surat keterangan yang kuat juga ada. Makanya ini ada dokter forensik sebagai ahli menjelaskan penyebab kematiannya,” katanya.

Di kasus ini, polisi menangkap dan mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku. Yakni IL (35 tahun) warga Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela dan BR (34 tahun) warga Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Keduanya berbagi peran. IL sebagai eksekutor. Sedangkan BR mengantar atau membonceng IL saat menusuk korban dengan sebilah pisau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.