Home General News Klarifikasi LPP NTB Terkait Pemberitaan Soal Beasiswa Aktivis

Klarifikasi LPP NTB Terkait Pemberitaan Soal Beasiswa Aktivis

218
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB
memberikan klarifikasi atas informasi mengenal beasiswa untuk para aktivis NTB
yang ditulis oleh sejunlah media. Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan
(LPP) NTB, Sri Hastuti menjelaskan, beasiswa untuk para aktivis NTB.

“Ini adalah bagian dari program Beasiswa NTB. Hanya saja,
beasiswa ini dikhususkan bagi para pemuda-pemudi NTB yang berlatarbelakang
aktivis. Yang dimaksud aktivis dalam hal ini meliputi kalangan aktivis dalam
pemaknaan yang cukup luas. Mulai dari aktivis organisasi kemahasiswaan,
yayasan, lembaga hingga komunitas yang bergerak di berbagai bidang dan isu,”
jelas Sri Hastuti di Mataram, Jum’at (14/6).

Menurutnya, tidak benar jika ada berita yang menyebutkan
bahwa ini beasiswa yang ditujukan hanya bagi aktivis yang sering terlibat aksi
demonstrasi. Selain beasiswa ini, Pemprov NTB juga tetap memberikan kesempatan
bagi pemuda-pemudi NTB yang berlatar belakang selain aktivis.

Dengan kata lain, beasiswa aktivis tidak akan membatasi
peluang mereka yang tidak memiliki latarbelakang aktivis. Saat ini, sedikitnya
120 aktivis NTB telah siap mengikuti program studi ke Malaysia. Mereka akan
berangkat secara bertahap, mulai September 2019 Sri Hastuti menambahkan,
persyaratan calon penerima beasiswa adalah aktif di kepengurusan organisasi dan
mendapatkan rekomendasi dari pimpinan organisasi.

Awalnya, kuota untuk program beasiswa S2 ke Malaysia ini
hanya untuk 20 orang sesuai dana yang tersedia. Namun, setelah tim LPP NTB
berkoordinasi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, kuota
tersebut ditambah menjadi 120 orang, animo anak muda NTB mengikuti program
beasiswa aktivis ini sangat tinggi. Pendaftaran dibuka sejak 8-18 Mei 2019
lalu. Sebanyak 413 orang mendaftar dalam kurun waktu tersebut.

“Dari jumlah tersebut, yang berhasil lulus dalam seleksi
administrasi sebanyak 253 orang. Peserta yang lulus seleksi administrasi ini
kemudian menjalani seleksi berikutnya, yaitu wawancara. Setelah seleksi
wawancara ini, diperoleh 120 peserta yang lulus. Sebanyak 120 orang tersebut,
dinyatakan memenuhi kualifikasi mendapatkan beasiswa NTB. Namun, untuk dapat
diterima di perguruan tinggi luar negeri, ada persyaratan bahasa yang
ditetapkan oleh plhak perguruan tinggi,” kata alumni Monash University ini.

Seperti halnya para penerima beasiswa lain, mereka baru bisa
diterima di kampus Malaysia apabila telah mengantongi sertifikat IELTS Untuk
memudahkan para penerima beasiswa ini, LPP NTB pun telah bekerjasama dengan 18
kampus di Malaysia. Tim LPP NTB akan membantu 120 anak-anak muda NTB tersebut
masuk ke kampus-kampus yang mereka pilih sesuai jurusan sesuai persyaratan
kampus setempat.

Tim LPP NTB pun bekerjasama dengan lembaga yang melakukan tes
Bahasa Inggris untuk masuk ke perguruan tinggi luar negeri dari Malaysia.
Normalnya, biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh sertifikat bahasa itu
sebesar Rp3 juta hingga Rp4 juta. Mengingat biaya yang cukup besar ini, LPP NTB
pun memberikan subsidi kepada para penerima beasiswa sehingga calon penerima
beasiswa hanya perlu mengeluarkan biaya Rp1,1 juta guna mendapatkan sertifikat
tersebut.

“Jika anak 120 orang sudah punya IELTS dan TOEFL sesual
persyaratan kampus Malaysia maka tidak perlu mengambil tes. Tapi kalau belum
punya, maka harus mengambil tes Bahasa Inggris. Pihak Malaysia siap datang ke
Mataram,” ujarnya.

la menambahkan, untuk TOEFL Malaysia, bisa diganti dengan
MUET (Malaysia University English Testing). MUET adalah alternatif untuk mereka
yang belum mempunyai sertifikat IELTS dan TOEFLIBT Pemberangkatan tahap pertama
bagi para penerima beasiswa ini akan dimulai pada September 2019 mendatang.
Mereka yang diberangkatkan di tahap pertama adalah para awardee atau penerima
beasiswa yang dokumennya sudah lengkap.

“Kami sudah mengirimkan mahasiswa sejak September 2018.
Kami punya awardee di beberapa negara. Yaitu Polandia dan Korea. Kita sudah
punya awarde sebanyak 46 orang di Polandia dan 17 di Korea,” ucap Sri.

Pengiriman mahasiswa NTB ke Malaysia merupakan batch III.
Untuk tujuan Polandia, tercatat sudah 42 awardee NTB yang menjadi peserta. Pada
September mendatang, Pemprov juga akan memberangkatkan anak muda NTB untuk
mengikuti kuliah S1 di Cina sebanyak 11 orang dan S3 sebanyak 4 orang.

Kemudian, S3 di Taiwan sebanyak 11 orang. Hingga Mei 2019
jumlah penerima Beasiswa NTB telah melampaui 300 orang. Terkait sumber
anggaran, Sri Hastuti menegaskan bahwa seluruh anggaran beasiswa NTB tidak ada
yang berasal dari APBD NTB. Anggaran untuk beasiswa ini díhimpun dari CSR dan
dana hibah perusahaan.

Sementara, terkait latar belakang organisasi atau afiliasi
para penerima beasiswa aktivis ini, Sri Hastuti mencatat terdapat sebanyak 52
afiliasi. Dari jumlah itu, awardee terbanyak berasal dari latar belakang 10
organisasi, yaitu HMI, KAMMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Karang Taruna Desa
di NTB, HIMMAH NW, Sekolah Guru Indonesia (SGI), POKDARWIS, Ikatan Alumni
Pondok Pesantren di NTB, Orang Muda Katolik Mataram dan Genre NTB. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.