Home General News Kisah Sukses Integrasi Program Posyandu Keluarga dan Bank Sampah di Desa Dorokobo

Kisah Sukses Integrasi Program Posyandu Keluarga dan Bank Sampah di Desa Dorokobo

0
SHARE

Dompu, LombokInsider.com – Cerita sukses datang dari Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten
Dompu, Provinsi NTB. Warga desa telah berhasil membangun Posyandu Keluarga yang
sudah terintegrasi dengan bank sampah. 

Kabar baik itu mencuri perhatian Wakil Gubernur NTB Dr. Hj.
Sitti Rohmi Djalillah. Orang nomor dua di NTB itu pun bergegas mengunjungi
Posyandu As-Sunan yang berada di RT 01/01, Dusun Muhajirin, Desa Dorokobo, Rabu
(21/8).

Melihat aktivitas pelayanan posyandu yang berjalan baik,
Wagub Sitti Rohmi nampak gembira. Ia mengatakan, Posyandu As-Sunan sudah
sepatutnya dijadikan contoh desa lainnya di seluruh NTB. Mereka sukses
merevitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sekaligus menerapkan program
NTB Zero Waste.

Posyandu Keluarga adalah posyandu yang tidak hanya melakukan
pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya saja. Tapi ada banyak pelayanan
kesehatan di dalam posyandu itu, seperti pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan
lanjut usia atau lansia, konsultasi gizi serta banyak layanan lainnya.
Hebatnya, Posyandu As-Sunan saat ini sudah terintegrasi dengan bank sampah yang
dikelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Dorokobo.

Baca juga:  Hadiri Rakor Jakstrada, Wagub: Yang Terpenting Bagimana Mengelola Sampah

“Ini contoh baik bagi dusun-dusun yang ada di
NTB,” ujar Wagub NTB saat dialog dengan warga.

Kunjungan Wagub NTB di Posyandu As-Sunan mendapat respon
positif warga. Tatik, salah seorang kader posyandu mengaku senang atas
kunjungan tersebut. “Ini menjadi spirit tersendiri bagi kami. Kami juga
merasa bangga karena Bu Wagub mau berkunjung ke dusun kami,” ujarnya.

Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu
di Pendopo Bupati, Wagub NTB menekankan pentingnya pelaksanaan program unggulan
seperti Revitalisasi Posyandu dan NTB Zero Waste untuk mendukung terwujudnya
NTB Gemilang.

Masyarakat NTB harus mengetahui dan memahami mengapa
Pemerintah Provinsi NTB menetapkan program Revitalisasi Posyandu sebagai salah
satu progam unggulan daerah.

Dijelaskan wagub, kegiatan posyandu merupakan aktivitas
layanan kesehatan yang dilaksanakan sebulan sekali di setiap dusun. Kegiatan
itu bisa dimanfaatkan untuk memfilter masalah kesehatan dan masalah sosial yang
dialami masyarakat. Posyandu Keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan
untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

Baca juga:  Dompu akan Jadi Percontohan Posyandu Keluarga

“Kita harapkan melalui revitalisasi posyandu di situ
ada pemeriksaan kesehatan untuk bayi hingga lansia. Seperti itulah posyandu
keluarga,” tandasnya.

Wagub menambahkan, setelah menjadi Posyandu Keluarga maka
yang perlu dilakukan kemudian adalah memasukkan edukasi yang terkait berbagai
masalah sosial masyarakat. Caranya, para kader posyandu diberikan pelatihan
supaya mereka bisa membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat
seperti menekan terjadinya pernikahan dini, memberikan sosialisasi kepada
masyarakat tentang bahaya narkoba, mencegah terjadinya gizi buruk, stunting,
pembalakan liar, kebakaran hutan, persoalan sampah, buruh migran ilegal dan berbagai
macam permasalahan sosial masyarakat lainnya.

Wagub berharap, seluruh program unggulan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi NTB benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat dan jajaran pemerintah kabupaten/kota. Sehingga visi NTB Gemilang yang dicita-citakan dapat diwujudkan pada 2023 mendatang. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.