Home General News Kerjasama Pendidikan, Gubernur NTB dan Menteri Pendidikan Malaysia Saksikan MoU LPP NTB...

Kerjasama Pendidikan, Gubernur NTB dan Menteri Pendidikan Malaysia Saksikan MoU LPP NTB dan 18 Universitas Malaysia

76
0
SHARE

Putrajaya, LombokInsider.com – Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, menandatangani Memorandum
of Understanding dengan 18 Perguruan Tinggi Malaysia. Perguruan tinggi yang
telah terikat kesepahaman ini nantinya akan menjadi tujuan belajar para
mahasiswa penerima Beasiswa NTB.

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Menteri
Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,
serta para rektor perguruan tinggi Malaysia yang terlibat  kesepakatan. Penandatanganan digelar di
Kantor Kementerian Pendidikan Malaysia di Putrajaya, Jumat (23/8).

Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti menyebutkan, beberapa
perguruan tinggi terbaik di Malaysia ikut serta dalam kesepakatan ini. Beberapa
diantaranya adalah Universiti Malaya, Universiti Putra Malaysia, Universiti
Kebangsaan Malaysia, Universiti Sains Malaysia dan Universiti Teknologi
Malaysia.

Ia menjelaskan, tahun ini akan berangkat 152 mahasiswa NTB
yang akan menuntut ilmu di Malaysia.

Kesepakatan ini mendapat sambutan positif dari Menteri
Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik. Ia mengutarakan, kerjasama ini memiliki
makna penting sebagai upaya membangun kehidupan bersama. “Kita hidup
sebagai satu keluarga,” katanya.

Dr. Maszlee menilai, Provinsi NTB beruntung memiliki
Gubernur seperti Dr. Zulkieflimansyah yang menginisiasi kerjasama ini. “NTB
bertuah mendapatkan Gubernur seperti bapak Zulkieflimansyah,” ujarnya. Ia
meyakini, apa yang dilakukan Gubernur NTB bersama jajarannya memang tidak akan
nampak hasilnya sekarang. Melainkan 10, 20 atau bahkan 50 tahun dari sekarang.

Dr. Maszlee menilai Gubernur NTB juga memberikan sumbangsih
berharga bagi penguatan hubungan kedua negara. “Beliau dan siswa merupakan aset
bagi negara,” ucapnya.

Menurut Maszlee, pada 2025 mendatang Malaysia bertekad
menjadi tempat belajar bagi 250.000 pelajar antarbangsa. Dalam pencapaian
tujuan tersebut, pelajar antarbangsa dari Indonesia merupakan yang ketiga
tertinggi di Malaysia, dengan jumlah mencapai 10.874 pelajar.

“Bilangan ini amat kecil berbanding penduduk Indonesia yang
ratusan juta. Kita berharap lebih ramai lagi yang datang ke Malaysia. Begitu
juga kita berhasrat untuk mengantar pelajar-pelajar Malaysia melakukan mobility
di Indonesia. Begitu juga dosen,” jelas Mazlee.

Karena itulah, setengah berkelakar, Dr. Maszlee mengutarakan
keinginannya agar jumlah mahasiswa NTB dilipatgandakan hingga 10 kali lebih
banyak. “Kalau tadi saya bilang ke Bapak Doktor, berapa bilangan, dia bilang
200 kali ini. Mungkin di masa hadapan 2000,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB juga mengutarakan makna penting yang
mendasari kerjasama ini. Ia menegaskan, salah satu manfaat utama dari kerjasama
ini adalah memperkuat saling pemahaman antara Indonesia dan Malaysia.

Menurut Gubernur, miskomunikasi dalam sebuah hubungan,
seringkali terjadi karena salah satu pihak tidak mengetahui gambaran dan cerita
pihak lain secara utuh.

“Kami sangat berminat mengirimkan putra-putri NTB untuk
belajar di Malaysia bukan semata mengejar gelar akademis, Pak Menteri. Tapi
lebih dari itu, kita berharap dengan mengirimkan mereka belajar ke Malaysia,
ada relasi yang lebih dalam antara dua bangsa ini bisa kita ketahui,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, para pelajar yang dikirim ini adalah
para aktivis pelajar juga. “Tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga
cerdas dalam banyak aspek. Jadi kami berharap di lima atau 10 tahun mendatang,
siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia, mereka memiliki koneksi dengan
Malaysia,” jelasnya.

Gubernur berharap, Menteri Pendidikan Malaysia bersama para
rektor perguruan tinggi di Malaysia bisa berkunjung ke Lombok. Menikmati
destinasi-destinasi wisata di Lombok.

Gubernur menyampaikan terima kasihnya atas sambutan yang
luar biasa meriah dari pihak Malaysia. “Kami merasa terhormat dan merasa
dimuliakan dengan hebatnya sambutan yang diberikan jajarannya bersama Pak
Rektor. Mudah-mudahan kami juga bisa memberikan sambutan dengan hal yang sama
seperti ini ketika Pak Menteri datang ke wilayah kami di Nusa Tenggara Barat.” ucap
Gubernur.

Rektor Universiti Utara Malaysia (UUM), Prof. Dr. Ahmad
Bashawir Haji Abdul Ghani mengapresiasi penandatanganan MoU dengan LPP NTB ini.
Menurutnya, kebijakan ini akan menjadi investasi yang bermanfaat bagi upaya
membangunan kualitas manusia di NTB.

Bashawir mengemukakan, terobosan kebijakan mengirimkan
mahasiswa belajar ke Malaysia  ini
juga membuka akses lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh
pendidikan berkelas dunia dengan biaya yang murah.

Menurutnya, lewat kerjasama ini, pihaknya akan memberikan
insentif berupa iuran spesial. Tidak main-main, insentif yang diberikan kepada
penerima beasiswa asal NTB adalah berupa diskon biaya pendidikan hingga separuh
dari biaya normal. Ini menjadikan biaya pendidikan di UUM bagi para penerima
beasiswa ini dapat menjadi lebih murah daripada di Indonesia.

“Sebenarnya lebih mahal. Tapi karena ini inisiatif pak
gubernur, jadi kami dengan senang hati membantu dengan harga spesial,”
ujarnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.