Home General News Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam...

Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam Negeri

28
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB,
Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KSB, didampingi Pj. Sekda NTB, Dr. Ir. H.
Iswandi dan Asisiten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, memimpin rapat
Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)
di Kabupaten Sumbawa Barat. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor
Gubernur NTB, Rabu (6/11).

Dari penjelasan yang diberikan Direktur AMNT Rahmat Makassau, Gubernur NTB dalam arahannya meminta dalam proses pembangunan Smelter dan Industri turunannya di KSB, PT AMNT harus memaksimalkan penggunaan material produksi dalam negeri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam proses konstruksi dan operasional Smelter, agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi skala prioritas juga.

Gubernur menegaskan, pemerintah saat sekarang ini dalam
posisi membantu dan akan memfasilitasi segala kebutuhan PT AMNT untuk
mempercepat progres Smelter.

“Kalau ada kendala, segera beritahu kami. Agar kami
segera melakukan komunikasi baik di tingkat daerah maupun di pusat,” tutup
gubernur.

Sementara itu Wakil Gubernur menilai, progres pembangunan
Smelter berjalan dengan baik. Mulai dari pembebasan lahan Smelter seluas 850,16
hektar berjalan dengan baik. Sedangkan untuk relokasi jalan nasional dan
provinsi, alih fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan Lalar dan regulasi-regulasi
lainnya berjalan dengan baik. Adapun kendala-kendala yang masih ada, Umi Rohmi
sapaan akrab Wagub ini, meminta agar terus dilakukan komunimasi yang intensif
dengan pihak-pihak terkait.

“Secara umum pembangunan Smelter sudah on the ringht
track. Dari pembenasan lahan dan regulasi semua berjalan baik. Adapun kendala
yang ada lakukan pendekatan persuasif,” ujarnya.

Selain itu, Wagub juga menekankan kepada pihak PT AMNT agar
konsep pembangunan Smelter harus yang ramah lingkungan. Sedangkan yang
berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, Wagub juga meminta agar memaksimalkan
penyerapan tenaga kerja lokal.

Untuk menyiapkan tenaga kerja dengan skil yang sesuai dengan
kebutihan, pemerintah akan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi,
training dengan lembaga teknik Petrotekno, revisi BLK dan SMK di NTB dan
pembangunan Politeknik Pertambangan.

“Prioritas tenaga kerja lokal, lakukan training untuk
upgrade capacity sehingga persentase bisa maksimal diisi tenaga kerja
lokal,” pintanya.

Sebelumnya Direktur PT AMNT Rahmat Makassau menjelaskan,
secara umum progres pembanguna 
Smelter berjalan baik. Pihaknya optimis proses konstruksi akan berjalan
baik sesuai waktu yang telah direncanakan.

Untuk kebutuhan tenaga kerja, Rahmat mengunkapkan bahwa pada
tahap konstruksi Smelter, dibutuhkan 7000 – 8000 tenaga kerja. Proses
rekruitmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC, kerjasama
dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sedangkan untuk operasional Smelter dibutuhkan sekitar 500 –
600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan
sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering. “Kebutuhan tenaga
kerja tersebut belum termasuk industri turunannya. Kami berkomitmen untuk
memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal,” ungkapnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.