Home General News Kedai Datu: Membuat Anda Merasa Seperti Berada di Rumah Sendiri

Kedai Datu: Membuat Anda Merasa Seperti Berada di Rumah Sendiri

0
SHARE
Kedai Datu, Pojok Lapangan Bola, Lanud Rembiga.

Mataram, LombokInsider.com – Memanjakan tamu atau pelanggan yang datang menjadi tujuan dari Abdul Jabar dan Feby Rayes, pasangan pemilik Kedai Datu di pojok Lapangan Bola, Lanud Rembiga. Mereka ingin para pelanggan ini merasa seperti berada dirumahnya sendiri, tanpa harus merasa kikuk dan sungkan. Usaha kedai yang baru berjalan selama hampir tiga bulan ini memang merupakan idaman mereka dari dulu, untuk memiliki warung atau kedai makan seperti sekarang.

KHAS SUMBAWA. Masakkan khas Sumbawa, Menu Andalan di Kedai Datu, Rembiga.

Masakan Khas Sumbawa

“Peluang itu baru datang sekarang, baik dari segi modal dan tempat. Mengapa kami memilih masakan khas Sumbawa, karena memang kami orang Sumbawa dan memang yang menjual masakan khas Sumbawa di Mataram belum begitu banyak,” jelas Abdul Jabar mengawali obrolan bersama LombokInsider. Yang diinginkan mereka adalah hal sederhana yakni menampilkan apa yang dimasak dirumah itu yang juga ditawarkan kepada konsumen.

Menurut Abdul Jabar, yang unik dari masakan khas Sumbawa yakni Singang dan Sepat khususnya yakni dengan resep yang sama tapi beda yang memasak rasanya akan berbeda. “Masakan Sumbawa, khususnya Singang dan Sepat ini unik beda tangan yang masak saja rasanya akan beda, selain dua masakkan ini, kami juga sedia Goreng, Gecok serta ikan bakar Sirasang, baik ikan laut ataupun tawar,” lanjut bapak yang mudah akrab dengan setiap orang ini. Untuk menu Sepat, Kedai Datu selalu menggunakan bahan dasar ikan Baronang, sedangkan Singangnya menggunakan ikan Kakap.

Baca juga:  Tata Destinasi di Trawangan, Dispar NTB – Pemkab KLU Relokasi Pedagang Kuliner
PUAS. Para Pelanggan Sedang Menikmati Makanan di Kedai Datu.

Menu di Kedai Datu

Selain masakan khas Sumbawa, Kedai Datu juga menyediakan menu Nusantara lainnya seperti, Udang Goreng Tepung, Asam Manis dan Saos Tiram, Capcay, Nasi Sambel Datu, Nasi dan Mi Goreng, Ikan Goreng Sambal, Ikan Bumbu Bali, Lalapan Ikan/Ayam, Tahu Goreng, Seleh Goreng Tepung, Sayur Bening, Tempe Goreng dan lainnya. Ada juga berbagai jenis minuman dan makanan ringan seperti roti bakar aneka rasa, kentang goreng, pudding dan brownies.

Target pelanggan utama memang menjaring penggemar masakan Sumbawa, baik yang asli orang Sumbawa dan kangen akan masakan Sumbawa yang dijual di Lombok, selain itu masyarakat umum juga, khususnya anak-anak muda yang senang nongkrong santai sambil ngobrol di lantai 2 kedai ini. Kedai berlantai dua ini memang sengaja dibuat sedikit unik, lantai bawah menampilkan foto-foto tentang Sumbawa pada masa lalu, dari baju adat, pemerintahan, kesenian dan sebagainya.

Sedangkan lantai atas, menjaring pelanggan para remaja, sehingga penampilannya juga disesuaikan dengan selera mereka, bernuansa cerah dan menggugah, kedai ini juga difasilitasi dengan saran wi-fi gratis, tentunya ini juga menarik perhatian pelanggan yang notabene banyak dari kalangan pemuda. “Alhamdulillah sejauh ini setelah masuk bulan ketiga usaha ini masih sesuai target yang ditetapkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Multiplier Efek Bekraf, Serap Tenaga Kerja Hingga 15 juta orang pada 2015

Kreatif dan Inovatif

KELUARGA. Istri dan Ketiga Putra-Putri Pasangan Abdul Jabar dan Feby Rayes, di depan Kedai Datu, Rembiga.

“Selain menu-menu yang hadir setiap hari, kami juga sering menawarkan menu baru, hal ini sangat diperlukan, karena usaha kuliner ini diperlukan inovasi dan kreatifitas, sehingga pelanggan tidak bosan,” tegas suami dari Feby Rayes ini. Biasanya menu ini akan dicoba beberapa hari untuk melihat reaksi dari pelanggan, jika banyak yang tertarik maka akan diteruskan demikian sebaliknya.

Abdul Jabar juga sempat bercerita tentang pengalaman masa kecilnya dimana memang sejak kecil sudah diajarkan untuk mandiri oleh kedua orangtuanya. “Dari SD saya sudah diajarkan untuk berjualan, waktu itu jual permen, hasil keuntungan buat saya. Sedang waktu SMP saya jualan es dan berbagai usaha lainnya sampai menikah,” pungkas ayah dari tiga putra-putri ini.

Susah senangnya berusaha telah banyak dialami oleh kedua pasangan ini, hal ini justru membuat mereka semakin tangguh dan siap menghadapi apapun masalah dalam hidup ini. Kedai Datu buka setiap hari, dari pukul 10.00 – 23.00 wita. Nama Datu dipilih karena anak ketiga pasangan ini bernama Datu, selain itu karena istri dari Abdul Jabar adalah keturunan bangsawan Sumbawa, dimana seorang bangsawan di Sumbawa diberi gelar Datu. (LI/AA)

Baca juga:  Ambil Paket Ganja Seberat Hampir 1 kg, RM Diciduk Polisi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.