Home General News JPS Gemilang Gunakan Produk UKM Lokal, Ini Penjelasan Gubernur NTB

JPS Gemilang Gunakan Produk UKM Lokal, Ini Penjelasan Gubernur NTB

0
SHARE
Tutup Tempat Hiburan
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc.

Mataram, LombokInsider.com – Paket Sembako JPS Pemprov NTB masih menyisakan banyak pertanyaan dan debat. Kenapa harus memaksakan diri menggunakan produk-produk lokal? Kenapa tidak beli saja produk yang sudah ada di pasar yang harganya lebih murah? Bukankah dengan harga yang lebih murah kita kemudian jadinya dapat lebih banyak?

“Bagi yang belajar ekonomi yang biasa, tentu pertanyaan-pertanyaan di atas wajar. Sayangnya, karena seringnya kita berpikiran seperti di atas, kita jadi tergantung pada impor atau membeli produk dari luar. Industri dalam negeri tak pernah hidup. Akibatnya, ekonomi kita tak pernah mandiri dan selalu rentan terhadap gejolak dan perubahan-perubahan eksternal,” jelas Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc.

Agar ekonomi mandiri, maka Industri harus kuat. Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah perekonomian inilah yang disebut industrialisasi.

“Industrialisasi tidaklah sederhana. Perjalanannya panjang dan berliku dan ia mensyaratkan hadirnya inovasi teknologi. Tanpa Inovasi teknologi maka industrialisasi hanyalah mimpi dan pepesan kosong,” kata Gubernur.

Baca juga:  Safari Subuh di Masjid Nurul Yaqin Bertais, Gubernur Dengar Curhatan Warga

Inovasi teknologi ini secara empiris ternyata tidak seperti yang banyak dibayangkan orang. Ia tidak tumbuh subur di kampus-kampus atau lembaga-lembaga penelitian. Inovasi teknologi ini sebagian besar terjadi di perusahaan dan industri.

Inovasi teknologi di negara-negara berkembang (catching up countries) tidak banyak berasal dari riset di kampus atau dari research and development (R&D) laboratorium dan lembaga-lembaga penelitian. Tapi banyak dilakukan perusahaan-perusahaan dengan learning by doing dan reverse engineering. Perusahaan belajar dari coba-coba, dari melakukan pekerjaan dengan metode ATM. Amati, Tiru dan Modifikasi.

Baca juga:

Gubernur Zulkieflimansyah Kagumi Tata Kelola Pesantren Alam Sayang Ibu

Temui Warga di Desa Terpencil, Gubernur NTB Rela Berjalan 7 Jam

Gubernur NTB Silaturahim dengan Lombok Mercusuar dan Laskar Sasak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.