Home General News JOIN NTB Sayangkan Masih Ada Oknum Agen PDPGR Lecehkan Wartawan

JOIN NTB Sayangkan Masih Ada Oknum Agen PDPGR Lecehkan Wartawan

85
0
SHARE

KSB, LombokInsider.com – Peran pekerja wartawan atau pers dalam menyebarkan informasi yang benar saat ini kian vital, ditengah kehidupan yang dituntut transparan, apalagi dengan adanya media sosial justru yang terjadi adalah banyaknya informasi sesat dan menyesatkan.

Namun sayangnya masih saja ada pihak tertentu yang berupaya
melecehkan insan pers. Seperti kejadian yang dialami Awi Sudirman wartawan
Kicknews Today, mengaku, merasa dilecehkan oleh Ahmad Nawawi Ketua Agen PDPGR
di Kecamatan Maluk.

Menyikapi hal ini, Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Wilayah
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyayangkan jika benar adanya sikap
arogan, apalagi itu dilakukan oknum yang memiliki kewenangan ditengah
masyarakat.

“Profesi pers tak boleh dilecehkan karena pada faktanya
insan pers lah yang paling memahami arah perjalan suatu daerah, bukan karena
mereka hebat tapi karena tuntutan pekerjaan yang harus mencari mengolah dan
mengumpulkan informasi yang baik dan benar setiap hari untuk kemudian
disuguhkan kepada publik,” ujar Indra Irawan LM, S. Kom Ketua DPW JOIN NTB.

Karena itu Indra mengingatkan, pihak yang ingin memanfaatkan
Pers sebaiknya membangun hubungan yang baik dan saling menguntungkan dalam
rangka memberikan informasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Indra tidak bisa menampik jika ada oknum-oknum wartawan
nakal yang dituding menerima amplop untuk kemudian mengaburkan informasi, namun
menurutnya khusus di KSB relative terkontrol.

Disatu sisi Indra juga menegaskan, tak bisa dipungkiri jika
wartawan menerima semacam kerjasama dari sumber berita, namun menurutnya perlu
diingat dalam industri pers juga ada ruang khusus untuk menjalin kerjasama
dengan pihak terkait yang menjadi sumber berita tersebut, seperti kerjasama
sosialisasi dan iklan itu dimungkinkan dan diatur secara profesional.

“Di KSB wartawan jumlahnya bisa dihitung tidak sampai 30
orang kok, kalau di daerah-daerah lain ada yang sampai ratusan orang, jadi
janganlah langsung menjustifikasi rekan pers dengan hal-hal negative, KSB ini
kecil perilaku negatife yang kita lakukan baik oleh insan Pers ataupun yang
lainnya pasti akan terungkap, karena itu pentingnya Tabayyun dikedepankan,” ingatnya.

Di bagian akhir Indra menegaskan, saat ini pertumbuhan
jumlah media cukup signifikan di Indonesia terutama media online, namun di KSB
khusus profesi wartawan masih tergolong kurang diminati dimana pertumbuhan
jumlahnya tidak terlalu banyak.

“ Kami di JOIN kedepan akan terus berusaha bersama sama
menjaga citra pekerja Pers dengan mengedepankan profesionalitas dan terus
mengasah kwalitas, disamping itu kita buka ruang pengaduan dan laporan jika ada
oknum terutama anggota JOIN yang keluar dari kode etik jurnalistik,” pungkas
Indra.

Secara khusus terkait adanya oknum yang melecehkan wartawan
tadi, Indra menyarankan agar segera melakukan klarifikasi dan jika perlu
melakukan permohonan maaf sehingga tidak perlu harus sampai ke rana hukum.

Seperti diberitakam sejumlah Media sebelumnya, wartawan atas
nama Awi dituding sebagai wartawan amplop,  dimana  Nawawi
dengan arogan menudingnya menerima amplop dari Kades Pasir Putih di Kecamatan
Maluk sehingga berita Desa Pasir Putih tidak berani di muat.

Perisitiwa tersebut terjadi di warung bakso lapangan Desa
Pasir Putih Kecamatan Maluk sekitar pukul 11.30 siang, Jum,at (14/6).

 “Alah ngomong
apa dasar wartawan gak jelas,” cetus Ahmad Nawawi di warung bakso yang ramai
pengunjung itu dan berlaku kasar.

Atas kejadian tersebut, Awi Sudirman melaporkan Ketua Agen
PDPGR Kecamatan Maluk itu ke Mapolres Sumbawa Barat atas penghinaan dan
pelecehan sebagai profesi wartawan.

“Bagaimana bisa dia bilang saya wartawan amplop, sudah jelas
desa Pasir Putih pasang jasa iklan dan wajar dong jika desa membayar jasa iklan
tersebut kok saya di bilang wartawan amplop. Ini gak bisa di biarkan saya akan
laporkan ke Polres atas pelecehan dan mencemarkan nama baik propesi wartawan,” kata
Awi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ahmad Nawawi membantah
melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan, menurutnya apa yang dilakukan
kepada Awi dalam konteks bercanda.

“Saya berteman dengan Awi, biasalah kami bercanda jadi tidak
mungkinlah saya melecehkannya apalagi profesi wartawan,” bantahnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.