Home General News Jantung Ranking Pertama, Penyakit Paling Mematikan di Dunia

Jantung Ranking Pertama, Penyakit Paling Mematikan di Dunia

0
SHARE
Jantung Ranking Pertama, Penyakit Paling Mematikan di Dunia
Ilustrasi Jantung.

Mataram, LombokInsider.com Berdasarkan data dari WHO, penyakit Jantung termasuk dalam 5 penyakit paling mematikan bahkan sejak 2015. Dari 56,4 juta kematian pada 2015, 68% disebabkan oleh kondisi kronis jangka panjang dan peringkat pertama adalah penyakit Jantung.

Dari berbagai sumber, berikut daftar 5 penyakit paling mematikan di dunia, versi WHO;

1. Penyakit jantung atau arteri koroner, adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik. Gangguan tersebut bisa bermacam-macam dan ditangani dengan cara yang berbeda pula.

Penyakit paling mematikan bagi manusia modern saat ini adalah penyakit arteri koroner, juga dikenal sebagai penyakit jantung iskemik.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia dan bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala. Dengan mengenal ciri-cirinya, langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan komplikasi yang fatal.

Pada umumnya, sakit jantung ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas saat beraktivitas maupun beristirahat. Namun, ada beberapa jenis penyakit jantung yang gejalanya hampir serupa dengan penyakit lain atau bahkan tidak bergejala.

2. Stroke, dapat terjadi ketika arteri di otak tersumbat atau bocor, sehingga otak Anda akan kekurangan oksigen dan sel-sel akan mulai mati dalam beberapa menit.

Gejala stroke termasuk mati rasa di bagian tubuh Anda, kesulitan berjalan atau melihat, dan kebingungan.

Dimungkinkan untuk pulih dari stroke, tetapi jika tidak ditangani, itu dapat menyebabkan cacat jangka panjang.

Mendapatkan perawatan dalam waktu tiga jam setelah mengalami stroke mengurangi kemungkinan cacat jangka panjang.

Baca juga:  Menurut WHO 5 Penyakit Ini Paling Mematikan, Covid-19 Tidak Termasuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.